Saturday, 26 January 2013
pemimpin sebenarnya
dan dia adalah seorang ibu.
Seorang ibu yang baik tidak akan membentuk seorang anak yang bisa hidup dengannya, melainkan yang bisa hidup tanpanya. Itulah keberhasilan pendidikan dari seorang ibu.
Terima kasih, Tuhan untuk ibuku, ibu orang tuaku, ibu suamiku, dan ibu orangtua suamiku. Sayangi mereka, Tuhan..
aamiin
Regards,
@yosay_aulia
status :
catatan hati,
supermuslimah inside,
wise way
Thursday, 20 December 2012
Marylise
Adalah sahabat yang dipilihkan اللّهُ. Benar-benar Dia yg pilihkan. Saya ga pernah meminta sahabat sebaik dia.
Semua berawal dari sini
30 sept 2012.
Jembatan Sungai Coupure. Ketika saya merasa sangat lelah berjalan sepanjang hari orientasi mahasiswa baru UGent,, saya mengambil langkah agak lambat sehingga tertinggal di belakang. saya memastikan bahwa -setidaknya- ada orang lain di belakang saya agar saya tidak tersesat. Kemudian saat itu, ketika saya menengok, tersembullah sosok perempuan dg wajah tirus klasik menanyakan "so, what's your name ?" "I'm yosi, and you?" "I'm marylise". "Nice to meet you, marylise" "nice to meet you too" "where are you from" "I'm from france". ..
Sejak saat itulah berbagai cerita mengalir. Tentang hobinya memasak, ibunya yg bisa menjahit memasak menyulam (di jaman ini). Ayahnya yang super baik hati. Kakaknya yang bekerja di Kenzo. Dia yang sangat pandai di kelas. Semua makin erat ketika dia mengundang kami makan siang bersama di kosannya. Linguini saos salmon cream.
Dia sahabat yang baik. Sangat baik
Bayangkan, dia gadis eropa 23 tahunn. Tidak merokok, minum wine dan sejennisnya, masih menikmati waktu malam bersama orangtuanya, memasak bersama, dan terbiasa mengundang teman2nya menginap di rumahnya yg super nyaman. Kalau kedinginan dia minum coklat panas, bukan, meminum bir atau merokok. Ingat sekali lagi, dia gadis Eropa.
Awalnya saya agak menjaga jarak dengan dia, namun suatu kejadian membuat hati saya mennjadi hangat. Saat itu, kuliah tengah dimulai namun cuaca Gent dingin sekali sehingga tangan saya terasa hampir beku, saya hanya meletakkan tangan di dalam saku. Saya tidak mencatat seperti biasanya. Kemudian dia bertanya "why?" "It is cold, my hand is cold". Sejurus kemudian dia menggulung lengan bajunya ke atas dan mengatakan "hold my hand" "?" "Hold my hand". Saya turuti perintahnya. Dan, itu hangat, pun dalam hati. Barulah saya mengerti. Dalam hati saya tertegun dan terenyuh dengan kebaikan dan bantuannya yg fungsional. Tepat guna.
Ada juga sarannya yg sangat attentive dan -lagi- tepat guna. "Yosay, I suggest you to buy a fish oil as vit D supplement because in the winter you will have a shorter periode of sunlight which is not usual for you as tropical country person" yes! I agree. Ah, lebih tepatnya saat itu saya berpikir. Bener juga ya ! Duuhh saya aja ga kepikiran..
Dan hal lain, hal lain, hal lain... Kami sudah ada di tahap "saling meledek dan memarahi bila saya terlambat" pun akan diterima dengan senang hati. Saling memberi saran, bisa meminta makan apapun dan kapanpun. Dan minjem uang di saat terdesak. Bahkan memamerkan koleksi lagu, hadiah natal, koleksi makanan awetannya, menceritakan rahasia kecil, dan mengkhawatirkan saya ketika saya (pernah) menangis di kelas. Dia sahabat yang baik.
Dan kebaikannya ternyata sistemik dengan keluarganya. For sure !
###
Puncaknya adalah ketika saya berkunjung ke Lyon, tempat keluarga Marylise tinggal, untuk banyak tujuan. 1,ulangtahun ali. 2,fete de lumiere. 3,membicarakan banyak hal dg ali. Saya menginap di rumahnya. Daaannn semuanya terorganisasi dengan sempurna.
Mereka menawarkan makan malam bersama, tempat menginap, dan bantuan transportasi dan penunjuk jalan. Bahkan mereka menawarkan ali tempat menginap, krn mengkhawatirkan wktu yg terbuang percuma untuk PP Eculy (rumah ali) - Lyon (rumah marylise) . dan transportasi yg sulit di tengah malam.
Keluarganya baik banget ! Dominique sang ayah sangat perhatian dan mengayomi. Cathrine sang ibu sangaaattt luar biasa. Mereka sangat peduli dan perhatian dengan kenyamanan, keamanan, dan kebutuhan tamunya (terutama saya). Mulai dari sambutan hangat di awal pertemuan, welcoming soup, tawaran ke toilet sebelum berangkat keliling kota menikmati fete de lumiere. "we will come back here at 1 or 2 am,, not less. Are you sure not to go to toilet?" . Memastikan kami selamat dan tidak tersesat selama di festival. Memastikan kami membawa bekal dan minuman yg cukup.
Puncaknya ketika makan malam.
Mereka menyiapkan dengan sangat apik dan seksama. Hadiah bunga dari kami, mawar putih, yg tnp disengaja ternyata adalah kesukaan keluarga mereka, alhamdulillah cukup bisa "membayarnya" meskipun tidak akan setara.
Appetizer : zuccini soup yang super enaak.
Main course: Mereka menyajikan makanan khas Lyon berbahan ikan dan sayur.
Dessert: keju ! Ini menarik karena marylise tau bahwa saya pecinta keju. Ada berbagai jenis keju, dan saya paling suka keju berusia 30 bulan yg well fermented. Apalagi dimakan pake walnut. The best !
Selanjutnya, surprise party untuk ulangtahun ali. Marylise dan cathrine datang membawa kue ulang tahun penuh lilin untuk ali. Dan ali merasa sangat bahagia dan surprised.
Oh, btw ttg surprise ini. Jauh hari sebelum saya memesan tiket ke lyon, saya menceritakan bahwa tgl 8 desember ali berulangtahun. Kemudian dia membujuk-bujuk saya setengah mati untuk bisa datang ke lyon di tanggal itu. Dia katakan "yosay, what do you think anymore not to go to lyon.. First, you can see ali. Second, it is on his birthday. Third, the festival." Oke, alasannya cukup membuat saya luluh hingga akhirnya saya memesan tiket ke lyon.
Seminggu sebelum keberangkatan, saya menceritakan rencana saya untuk surprise bagi ali. Saya katakan, "marylise, I want to make cake for ali's birthday. What cake do you think is good" "you can make anything and you can make it in my house" dug! Baik banget. Padahal saya berniat membuatnya sendiri di dapur housing...
Well, hingga hari H. Saya, marylise, dibantu mamanya sebagai chef membuat brownies untuk ali. Cepat dan mudah. I can do it by myself (later on) !
Hingga akhirnya momen itu tiba. Surprise party yang dinikmati bersama. Mengesankan. Hahaha. Sebenernya ini ga terlalu sulit sih, mungkin karena saya senang melakukannya. Tapi ali bahagia sekali mendapatkan ini. Dan. Saya jauh semakin bahagia.. Hihihi.. By the way, wish you all the best ali !
Well... Berikut ini beberapa point yang membuat saya sangat bersyukur bertemu dengan marylise.
1. Dia sangat attentive dan bertoleransi. Dia tau saya dan ali adalah seorang muslim. Dia katakan bahwa semua dipersiapkan sebagai halal food, tanpa pork, tanpa wine dan alkohol. Dan, bahkan berbahan ikan. Bisa saja dia membuat makanan berbahan dasar ayam atau daging lain. Tapi, dia memilih ikan. Mungkin karena setiap makan siang d kantin, saya selalu memilih ikanyag sudah pasti halal".
2. Saya tidur di kamar kakaknya, yg bersebalahan dengan kamarnya, kamar mandi, dan toilet. Terletak di dalam lorong yg bisa ditutup. Setiap malam ketika saya hendak tidur dan pagi ketika saya perlu ke kamar mandi, lorong itu tidak pernah dibuka. Karena mereka tau saya butuh membuka jilbab saya untuk alasan praktis, dan ayahnya tidak boleh melihat saya tanpa jilbab. Mereka hanya akan membuka lorong bila saya yang membukanya terlebih dulu. Indah sekali makna toleransi itu ya..
3. Mereka keluarga pecinta ikan. Bukan babi. Heheheheheh
4. Sebenernya saya merasa bersalah karena lupa membawa kopi indonesia untuk ayahnya. Untungnya Cathrine suka dengan syal batik dan the indonesia. :) semoga di kesempatan lain saya bisa berkunjung ke sana, saya bisa membawa kopi untuk dominique. Maafkan saya ya, om..
5. Mereka terbuka dengan kami. Menceritakan banyak hal, tentang lyon, pertemuan cinta ayah ibunya, rumahnya di countryside, dan festivval-festival menarik di lyon.
Dari cara kehidupan mereka, saya belajar banyak hal.
1. Ketulusan persahabatan
2. Memuliakan tamu. Ada hal menaik tantang ini. Mereka menyiapkan makan malam dengan menu ikan, bukan ayam atau sapi. ¨Padahal bisa saja mereka menyiapkan sapi atau ayam, selain babi. Tapi Marylise selalu memperhatikan saya yang selalu membeli menu ikan untuk makan siang. Mereka juga tidak pernah membuka pintu lorong _ sebelum saya yang membukanya di pagi hari ketika saya sudah berpakian rapi_ yg menghubungkan kamar tempat saya menginap dan kamar mandi yg saya pakai dengan dapur yang merupakan ruang bersama. Karena ? Mereka tahu saya berjilbab dan ingin membeikan ruang bagi saya untuk melepas jilbab ketika harus melepasnya untuk keperluan praktis ke kamar mandi.
3. Kerjasama tim (baik ibu,ayah,dan marylise bekerja sama melayani tamu. Bahkan ayahnya tidak segan2 mencuci piring)
4. Sederhana
5. Mencintai binatang
Kemudian, lagi. Selalu terucap syukur dari setiap tanda cinta-Nya. Terima kasih tuhan, telah memilihkan sahabat yang baik untuk saya di awal-awwal masa perjuangan ini. Terima kasih telah , dengan lembut, menyadarkan saya kembali bahwa pilihan Mu memang selalu tepat. Aku mencintaiMu.
Regards,
@yosay_aulia
status :
catatan hati,
cerita kampus,
enjoying life,
mengisi waktu luang
Friday, 30 November 2012
2 novel lagi
karya Tere Liye, salah satu penulis favorit saya.
Ayahku Bukan Pembohong
dan
Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Kedua novel ini, jujur, mempengaruhi kehidupan saya di Tanah Eropa ini. Terutama mengenai etika. Saya kembali diingatkan bahwa berbagai karya sastra-- baik tulisan, lagu, novel, atau puisi-- selalu bisa menjadi media pendidikan yang menarik dan mengena. Tajam tanpa melukai, bermakna tanpa menggurui. Lembut.
Novel pertama bercerita tentang seorang ayah yang mendidik anaknya melalui cerita dan dongeng - yang dianggap terlalu utopis dan imaginer - namun sarat dengan nilai etika. Dongeng sang ayah yang di kemudian hari - ketika si anak beranjak dewasa dan mulai berpikir kritis- dianggap bohong itu, ternyata memberikan efek luar biasa bagi kepribadian dan karakter anak itu. Si anak tumbuh menjadi anak yang bertanggung jawab, dapat dipercaya, kreatif, dan berhati lembut. Novel ini juga menceritakan kehidupan si anak mulai dari pertengakaran usia sekolah dasar, kompetisi berenang, kasih sayang dnegan seorang ibu, dan ketika dia mulai jatuh cinta dengan seorang gadis.
Hal yang menarik bagi saya, yang seorang perempuan dan penikmat novel adalah karakterisasi anak tersebut melalui dua percakapan berikut ini : (kurang lebih ya, saya lupa tepatnya)
"Hanya Dam yang menyengir ketika disikut oleh kawannya, tersenyum ketika diselak dalam antrian, dan mempersilakan perempuan ..."
dan
"ibu lupa, ibu wanita nomor satu di dunia"
Terasa ya, bagaimana indahnya kepribadian anak bernama Dam itu. Praktis, novel ini mengajarkan saya bagaimana menjadi orang tua nantinya dan bagaiman beretika kepada sesama. Saya berjanji pada diri saya sendiri untuk selalu mendongengkan kisah-kisah penuh etika kepada anak saya kelak seperti ayah saya mendidik saya, semoga Allah mengingatkan saya.
Novel kedua bercerita tentang kehidupan seorang pemuda yang dianggapnya selalu sial dan tidak pernah bahagia. Ia selalu menyalahkan keadaannya yang dianggap sial itu. Padahal ternyata keadaan itu diciptakan Allah untuk suatu alasan yang selalu baik, namun pemuda itu tidak pernah mengetahuinya.
Hal menarik dari novel ini adalah ketika pemuda itu bertemu dengan perempuan gigi kelinci, yang kelak menjadi istrinya. Perempuan itu selalu berkata,
"... Tapi aku tidak butuh itu (berlian), asalkan kau ridho denganku, dengan masakanku, itu sudah cukup bagiku" sambil mencubit perut suaminya.
Manis dan indah.
Bagi saya, kedua novel itu sangat menginspirasi saya sebagai perempuan. Di sini, identitas saya sebagai seorang muslimah sangat disoroti, maka etika saya akan sangat diperhatikan. Hal lain adalah, saya kemudian belajar meningkatkan kapasitas diri saya sebagai seorang istri dan ibu kelak. Mendukung suami, keterampilan rumah tangga, bersabar dan qanaah, serta memiliki cinta yang besar dalam mendidik anak-anak.
Tulisan ini adalah manifestasi terhadap kerinduan membaca novel, yang belum terpenuhi akibat jadwal akademik yang padat. Tapi saya menikmati itu, selalu ada banyak hal yang bisa disyukuri.
Terima kasih,Allah :) untuk kesempatan membaca novel tersebut, dan kesempatan mengaplikasikannya di sini.
Regards,
@yosay_aulia
status :
catatan hati,
enjoying life,
mengisi waktu luang,
resensi,
wise way
Sunday, 25 November 2012
gent : silaturahmi -1
Silaturahmi adalah salah satu nilai yang ditanamkan baik-baik oleh keluarga saya. Alhamdulillah saya selalu diajarkan untuk menciptakan, menyambungkan, dan memelihara silaturahmi oleh keluarga saya. Saya pun selalu berusaha untuk mengamalkan nilai yang satu ini. Sisi positif dari silaturahmi adalah : persaudaraan, inspirasi, dan tolong-menolong; lebih dari sekedar networking.
Kehidupan perempuan single seperti saya di negeri yang jauh berbeda dari tanah air tentu seringkali memberikan rasa khawatir, kesepian, dan kecemasan lain. Silaturahmi selalu menjadi cara paling ampuh untuk mengobati itu semua.
Dan, di sini saya belajar 2 hal. Pertama, mempertahankan silaturahmu dengan sesama muslim dan atau teman setanah air . Kedua, menciptakan silaturahmi dengan non muslim dari bangsa lain. Banyak teman, banyak cerita, banyak pengalaman, banyak inspirasi, dan pasti banyak belajar.
Ctt 1
Silaturahmi bumbu pecel
Siang ini saya berkesempatan untuk bersilaturahmi ke keluarga Pak Andy Asfandiyar, dosen FSRD ITB yang sekarang sedang tinggal di Belgia. Pencetus KPMI (Keluarga Pengajian Muslim Indonesia- Belgia) Kids. Kami menjadi sangat dekat karena tante saya menitipkan bumbu pecel Indonesia kepada Pak Andy (yang ternyata adalah temannya tante). Simpel deh, dari sekedar meneruskan silaturahmi dari bumbu pecel, pengalaman saya bisa sebanyak ini. Alhamdulillah. Kami banyak bercerita tentang kehidupan kampus, pendidikan anak, sampai sistem pertanian di Eropa. Ada satu pernyataan yang saya catat dalam-dalam.
Bicara kepada anak2 itu, bukanlah "jangan lakukan itu", tapi tanyakan "kenapa melakukan itu" Karena anak2 memiliki wilayah imajinasi yang berbeda dari alam logis manusia dewasa. Pahami itu. Kalau kita tidak bisa memahami mereka, berarti daya imajinasi kita sama dengan nihil
Mendidik anak2 yang sudah lama hidup di negara sekuler punya tantangan sendiri. Mereka terbiasa hidup bebas, tidak mendapatkan pemahaman akidah yang cukup, dan sikap yg lebih "liberal". Tugas kita adalah memperkenalkan mereka kepada اللّهُ, keindahan ahlak rasul-Nya, dan pesan cinta Islam. Sebab disini mereka mendapatkan image yang tidak sesuai tentang Islam.
Di sisi lain, kita perlu mempertahankan sikap ramah, rendah hati, dan bekerja keras, ekspresi cinta kasih, penolong, disiplin, terbuka, kritis, credible, dan toleransi yg telah mereka dapatkan. Dengan tetap menyadari dan mengkaitkan bahwa sikap demikian tetaplah berasal dari ajaran Islam.
Ada segmen cerita lain,
Cerita takmir masjid dan kpmi belgia.
Takmir : "Mesjid bukan tempatnya ribut. Yang gabisa diem mendingan pulang" Kemudian anak2 pulang.
Saya, sejenak menapak tilasi kehidupan 15 tahun silam, berimajinasi. "Yah aku kan ke mesjid mau ketemu temen2, solat, sambil main, jajan, kok malah disuruh pulang".
Mau mencoba memahami alam pikir anak-anak? Mereka sebenarnya sedang belajar taat kepada Tuhannya, mencintai masjid, bersilaturahmi. Kok malah diusir ? Hmm... Terjawab kan, keheranan dan keresahan masyarakat muslim saat ini, kenapa generasi muslim saat ini lebih memilih mall daripada mesjid. Soalnya dulu pas masih kecil, ketika mereka antusias belajar mencintai mesjid-dengan perilaku hasil imajinasi dan keceriaan mereka- malah diusir. Trus apa yg mereka lakukan ? Main petasan. Mubazir. Ketika sudah dewasa, Window shopping di mall ? Mubazir.
Pemahaman baru.
"Mengusir mereka bukanlah solusi. Berikanlah wadah untuk mereka"
Terlahirlah ide karisma, pas salman, dan KPMI kids. Saya, beruntung sekali, bertemu dengan Pak Andy Asfandiyar, sang pencetus ide-ide tersebut. Interaksi yang dimulai dari sebungkus titipan bumbu pecel.
Lebih beruntung lagi, saya diajaknya dan dipercayanya insyaallah untuk turut membantu kegiatan KPMI kids. Bagi saya : surga !! Anak-anak, pendidikan, Islam. Perpaduan yang sulit saya tolak. Dan kegiatan itu sudah dimulai sejak malam ini. 15 menit pertama bersama Reyhan, Marsekal, Damar, Fadhil, Athif, Aisyah yg pemalu, dan Calista yang cerdas. Saya bahagia. Saya belajar dari mereka.Setidaknya, bagi saya pribadi, saya belajar mendidik anak-anak di negeri sekuler. Bekal berharga bagi saya. Saya yakin, Tuhan tidak pernah bermain dadu. Anyway, tema pengajian kali ini belajar tentang sikap sidiq, tabligh, amanah, dan fatonah Rasulullah.
Kembali, saya teringat oleh percakapan ini.
"Apa cita2 lo?"
"Istri yang solehah, ibu yang cerdas, pendidik yang berdedikasi, pengusaha yang dermawan, dan penulis yang menginspirasi"
"Dari sekian banyak cita-cita lo, Bisa jadi ini jalan tercepat untuk meraih semuanya"
Disini saya belajar banyak. Belajar menjadi istri solehah, ibu yg cerdas, pendidik berdedikasi, pengusaha, dan penulis. Alhamdulillah.
Ctt 2.
Kado untuk Kynan dan Kikan.
Kynan dan Kikan adalah anak-anak dari Kang Ical, senior PPI Gent, yang baru saja berulang tahun bulan ini. Saya, Tazy, dan Cita berniat memberikan kado yang bisa untuk dimainkan bersama. Kami bingung. Asli.
"Cari kado untuk anak2 tuh susah susah gampang ya. Harus ada konten edukasinya. Pilihkan yang terbaik untuk anak2"
Begitulah pesan yg saya tanamkan buat saya ketika memilihkan kado ultah untuk mereka. Nanti kalau jadi ibu juga harus dipikirin banget ya..
Ctt3.
Istri yg qanaah.
Ini adalah ucapan Fatimah Azzahra kepada Ali bin Abi Thalib setiap Ali akan berangkat mencari nafkah.
"Suamiku, ingatlah. Kami lebih tahan menahan lapar daripada menelan api neraka" - Mbak Elly, halaqah di Leuven siang ini.
Hari ini, saya mendapatkan banyak inspirasi. Alhamdulillah.
Regards,
@yosay_aulia
status :
catatan hati,
master degree,
supermuslimah inside,
wise way
Monday, 19 November 2012
Sepupu saya
Namanya Khusni Mustaqim, 5 Desember 1989. Sebaya dengan saya tapi badannya lebih tinggi. Menjadi teman sepermainan sejak kanak2. Sempat sirik karena saya ikut program akselerasi ketika SMP dan menyebabkan saya menjadi "kakak kelas" nya padahal usia saya lebih muda.
Sekarang kami sudah dewasa. Saya bangga dengan pemikiran dan kedewasaan dia memandang hidup, meskipun dengan cara dan sudut pandang yang berbeda. Dia berkarakter. Saya tebak, itu karena pendidikan orangtuanya. Oh, saya lupa cerita. Orang tuanya juga sangat menginspirasi. Sederhana dan berkarakter.
Saat ini dia bekerja di suatu perusahaan batu bara (milik BUMN -- kalo ga salah) di Banjarmasin. Kayaknya kami akan menikah di waktu yang berdekatan.
Hai taqim, aku kangen sekali main dengan kamu, inur, bulek rini dan om rahmat. Ah, semoga kita berkesempatan untuk bermain bersama lagi, sebelum kita mengajak keluarga kecil kita masing-masing untuk melnajutkan cerita dan permainan.
Oh, ini blog nya. Lugas dan cerdas. http://berpikirberbeda.blogspot.be/
Regards,
@yosay_aulia
Sekarang kami sudah dewasa. Saya bangga dengan pemikiran dan kedewasaan dia memandang hidup, meskipun dengan cara dan sudut pandang yang berbeda. Dia berkarakter. Saya tebak, itu karena pendidikan orangtuanya. Oh, saya lupa cerita. Orang tuanya juga sangat menginspirasi. Sederhana dan berkarakter.
Saat ini dia bekerja di suatu perusahaan batu bara (milik BUMN -- kalo ga salah) di Banjarmasin. Kayaknya kami akan menikah di waktu yang berdekatan.
Hai taqim, aku kangen sekali main dengan kamu, inur, bulek rini dan om rahmat. Ah, semoga kita berkesempatan untuk bermain bersama lagi, sebelum kita mengajak keluarga kecil kita masing-masing untuk melnajutkan cerita dan permainan.
Oh, ini blog nya. Lugas dan cerdas. http://berpikirberbeda.blogspot.be/
Regards,
@yosay_aulia
Subscribe to:
Posts (Atom)
