Showing posts with label cerita kampus. Show all posts
Showing posts with label cerita kampus. Show all posts

Thursday, 5 November 2015

Rendah Hati

Apa yang berbeda dari pengalaman menempuh pendidikan di tanah Eropa (untuk kasus saya, di Belgia) dan tanah air ?
 
Bahasa, beban dan ekspektasi akademis yang sangat tinggi, kemandirian, lingkungan internasional, fasilitas yang memadai, akses jurnal yang luas, kebebasan berdialektika, tantangan kehidupan non akademis, dan banyak lagi.
 
Tapi kali saya ingin berbagi nostalgia tentang profesionalisme dan kerendahan hati para akademisi (setidaknya dari pengalaman saya dan beberapa cerita yang pernah mampir di telinga).
Di sini saya lebih banyak belajar budaya daripada teori sekolah. Sebab faktanya hal non akademis sering menjadi variabel yang berpengaruh besar pada kesuksesan akademis. Banyak sekali yang berbeda dan membuat saya mengalami gegar budaya sehingga membuat saya terengah-engah mengejar materi akademis di semester awal perkuliahan.  Salah satunya adalah : berdialektika dengan rendah hati. Mereka menyebutnya (ketika berada di kelas yang "pemalu") :tell me in a respectful way.
Ya. Tanyakan saja ketidak mengertianmu. Sampaikan saja pemahaman dan pendapatmu. Ungkapkan saja letak kesulitanmu. Merasa bodoh? Katakan saja. Butuh surat rekomendasi ? Punya ide tesis yang berbeda ? Butuh bantuan diplomasi ? Any profesional problem, tell them. We can discuss in a respectful way.
 
Saya merasa amat kesulitan dan ketakutan di awal. Saya takut dimarahi, dipandang sebelah mata, atau dianggap tidak sopan bila bertanya atau menyampaikan pendapat. Dan saya lihat beberapa teman setanah air juga mengalami hal yang sama. Hm, mungkin wajar saja sebab sketsa berikut ini jarang terjadi di tanah air (ada, saya pernah menyaksikan langsung, tapi jarang).
 
-Ketika ada tawaran perpanjangan beasiswa, saya mencoba untuk daftar atas saran pembimbing akademis saya. Saat itu saya kebingungan mencari profesor mana yang akan saya mintai tolong sebab saya merasa belum pernah terlibat intensif dengan siapapun. Akhirnya saya memilih seorang profesor (kalau di indonesia, disebut kaprodi). Saya mengirim email, menyampaikan maksud saya. Di hari yang telah dijanjikan, saya mengkonfirmasi beliau dan beliau setuju untuk mendiskusikannya di ruangnya. Di akhir diskusi, beliau tanyakan deadline aplikasinya dan dijanjikan akan selesai sehari sebelumnya. And it was done perfectly!
 
- saya sangat tidak mengerti sama sekali tentang suatu matakuliah meskipun telah membaca seluruh materi berulang kali. Akhirnya atas dorongan asisten akademisnya, saya mengirim email untuk membuat janji "les privat". Pada hari yang ditentukan, dengan membawa setumpuk materi, saya tanya berapa lama waktu yg tersedia untuk saya? Dijawabnya "anytime until everything is clear" huhu terharu. Dan simsalabim! 2 jam beliau saya ambil khusus untuk menjelaskan materi. Terharu sih. Ketika sarjana saya (dan beberapa teman saya) sering kehilangan kelas karena dosen yang sibuk. Di sini saya mendapatkan priviliege (asalkan membuat janji).
 
- Seorang kawan bercerita bahwa ia pernah dalam suatu waktu tutorial dengan profesornya dalam waktu yang dijanjikan. di tengah sesi tersebut, datanglah orang penting yang berkaitan dengan proyek besar. Profesor tersebut mengatakan bahwa ia sedang memiliki janji dengan mahasiswanya dan meminta tamu penting itu untuk menunggu, karena ada hak lain yang perlu dipenuhi.
 
- Ketika seorang guru besar turun dari panggung dan menunggu seorang wisudawati (saya) di belakang layar hanya untuk mengucapkan selamat secara personal. Saat itu saya hanya bisa berucap terima kasih untuk menggambarkan suasana hati yang membuncah buncah.
Kerendahan hati. Sederhananya berupa mengucapkan terima kasih, maaf, permisi, tolong, dan silakan. Atau berupa mengambilkan pulpen yang terjatuh, menyapa mahasiswa terlebih dahulu, menyediakan waktu lebih untuk mendidik dan memberi pemahaman, berkeliling kelas untuk mengambil sisa makanan dan membuangnya ke tempat sampah, atau sekedar mengakui bahwa sistem negaranya memiliki kelemahan.
 
Dengan kerendahan hati, ruang diskusi menjadi hidup dan terbuka luas sebab tidak ada yang merasa paling benar. Permintaan tolong pun menjadi lebih manusiawi sebab tidak ingin merepotkan orang lain. Menyampaikan feedback dan ketidak setujuan pun tidak terasa pedas karena disampaikan penuh hormat. Memberi pertolongan selalu ingin tuntas karena merasa bertanggung jawab. Mengerjakan apa yang bisa dilakukannya sendiri sebab tidak merasa lebih tinggi.
 
Saya juga baru sadar bahwa ternyata saya belajar hal yang luar biasa di sini. Di tanah yang penduduknya dikatakan individualis dan dingin. Di sini, saya melihat dari sisi yang berbeda.
Tulisan ini ingin menyoroti pelajaran yang saya peroleh sebagai objek yang menerima perlakuan rendah hati dan penuh hormat. Pun sebagai subjek yang masih terus belajar untuk selalu bersikap demikian.
 
 
Bahwa bersikap rendah hati adalah buah manis keimanan dan kecerdasan.
Regards,
Yosi Ayu Aulia

Thursday, 20 December 2012

Marylise


Adalah sahabat yang dipilihkan اللّهُ. Benar-benar Dia yg pilihkan. Saya ga pernah meminta sahabat sebaik dia.


Semua berawal dari sini



30 sept 2012.
Jembatan Sungai Coupure. Ketika saya merasa sangat lelah berjalan sepanjang hari orientasi mahasiswa baru UGent,, saya mengambil langkah agak lambat sehingga tertinggal di belakang. saya memastikan bahwa -setidaknya- ada orang lain di belakang saya agar saya tidak tersesat. Kemudian saat itu,  ketika saya menengok, tersembullah sosok perempuan dg wajah tirus klasik menanyakan "so, what's your name ?" "I'm yosi, and you?" "I'm marylise". "Nice to meet you, marylise" "nice to meet you too" "where are you from" "I'm from france". ..



Sejak saat itulah berbagai cerita mengalir. Tentang hobinya memasak, ibunya yg bisa menjahit memasak menyulam (di jaman ini). Ayahnya yang super baik hati. Kakaknya yang bekerja di Kenzo. Dia yang sangat pandai di kelas. Semua makin erat ketika dia mengundang kami makan siang bersama di kosannya. Linguini saos salmon cream.





Dia sahabat yang baik. Sangat baik



Bayangkan, dia gadis eropa 23 tahunn. Tidak merokok, minum wine dan sejennisnya, masih menikmati waktu malam bersama orangtuanya, memasak bersama, dan terbiasa mengundang teman2nya menginap di rumahnya yg super nyaman. Kalau kedinginan dia minum coklat panas, bukan, meminum bir atau merokok. Ingat sekali lagi, dia gadis Eropa.



Awalnya saya agak menjaga jarak dengan dia, namun suatu kejadian membuat hati saya mennjadi hangat. Saat itu, kuliah tengah dimulai namun cuaca Gent dingin sekali sehingga tangan saya terasa hampir beku, saya hanya meletakkan tangan di dalam saku. Saya tidak mencatat seperti biasanya. Kemudian dia bertanya "why?" "It is cold, my hand is cold". Sejurus kemudian dia menggulung lengan bajunya ke atas dan mengatakan "hold my hand" "?" "Hold my hand". Saya turuti perintahnya. Dan, itu hangat,  pun dalam hati. Barulah saya mengerti. Dalam hati saya tertegun dan terenyuh dengan kebaikan dan bantuannya yg fungsional. Tepat guna.




Ada juga sarannya yg sangat attentive dan -lagi- tepat guna. "Yosay, I suggest you to buy a fish oil as vit D supplement because in the winter you will have a shorter periode of sunlight which is not usual for you as tropical country person" yes! I agree. Ah, lebih tepatnya saat itu saya berpikir. Bener juga ya ! Duuhh saya aja ga kepikiran.. 



Dan hal lain, hal lain, hal lain... Kami sudah ada di tahap "saling meledek dan memarahi bila saya terlambat" pun akan diterima dengan senang hati. Saling memberi saran, bisa meminta makan apapun dan kapanpun. Dan minjem uang di saat terdesak. Bahkan memamerkan koleksi lagu, hadiah natal, koleksi makanan awetannya, menceritakan rahasia kecil, dan mengkhawatirkan saya ketika saya (pernah) menangis di kelas. Dia sahabat yang baik.



Dan kebaikannya ternyata sistemik dengan keluarganya. For sure !



###


Puncaknya adalah ketika saya berkunjung ke Lyon, tempat keluarga Marylise tinggal, untuk banyak tujuan. 1,ulangtahun ali. 2,fete de lumiere. 3,membicarakan banyak hal dg ali. Saya menginap di rumahnya. Daaannn semuanya terorganisasi dengan sempurna.




Mereka menawarkan makan malam bersama, tempat menginap, dan bantuan transportasi dan penunjuk jalan. Bahkan mereka menawarkan ali tempat menginap, krn mengkhawatirkan wktu yg terbuang percuma untuk PP Eculy (rumah ali) - Lyon (rumah marylise) . dan transportasi yg sulit di tengah malam.



Keluarganya baik banget ! Dominique sang ayah sangat perhatian dan mengayomi. Cathrine sang ibu sangaaattt luar biasa. Mereka sangat peduli dan perhatian dengan kenyamanan, keamanan, dan kebutuhan tamunya (terutama saya). Mulai dari sambutan hangat di awal pertemuan, welcoming soup, tawaran ke toilet sebelum berangkat keliling kota menikmati fete de lumiere. "we will come back here at 1 or 2 am,, not less. Are you sure not to go to toilet?" . Memastikan kami selamat dan tidak tersesat selama di festival. Memastikan kami membawa bekal dan minuman yg cukup.



Puncaknya ketika makan malam.
Mereka menyiapkan dengan sangat apik dan seksama. Hadiah bunga dari kami, mawar putih, yg tnp disengaja ternyata adalah kesukaan keluarga mereka, alhamdulillah cukup bisa "membayarnya" meskipun tidak akan setara.

Appetizer : zuccini soup yang super enaak.
Main course: Mereka menyajikan makanan khas Lyon berbahan ikan dan sayur.
Dessert: keju ! Ini menarik karena marylise tau bahwa saya pecinta keju. Ada berbagai jenis keju, dan saya paling suka keju berusia 30 bulan yg well fermented. Apalagi dimakan pake walnut. The best !



Selanjutnya, surprise party untuk ulangtahun ali. Marylise dan cathrine datang membawa kue ulang tahun penuh lilin untuk ali. Dan ali merasa sangat bahagia dan surprised.



Oh, btw ttg surprise ini. Jauh hari sebelum saya memesan tiket ke lyon, saya menceritakan bahwa tgl 8 desember ali berulangtahun. Kemudian dia membujuk-bujuk saya setengah mati untuk bisa datang ke lyon di tanggal itu. Dia katakan "yosay, what do you think anymore not to go to lyon.. First, you can see ali. Second, it is on his birthday. Third,  the festival." Oke, alasannya cukup membuat saya luluh hingga akhirnya saya memesan tiket ke lyon.



Seminggu sebelum keberangkatan, saya menceritakan rencana saya untuk surprise bagi ali. Saya katakan, "marylise, I want to make cake for ali's birthday. What cake do you think is good" "you can make anything and you can make it in my house" dug! Baik banget. Padahal saya berniat membuatnya sendiri di dapur housing...



Well, hingga hari H. Saya, marylise, dibantu mamanya sebagai chef membuat brownies untuk ali. Cepat dan mudah. I can do it by myself (later on) !



Hingga akhirnya momen itu tiba. Surprise party yang dinikmati bersama. Mengesankan. Hahaha. Sebenernya ini ga terlalu sulit sih, mungkin karena saya senang melakukannya. Tapi ali bahagia sekali mendapatkan ini. Dan. Saya jauh semakin bahagia.. Hihihi.. By the way, wish you all the best ali !




Well... Berikut ini beberapa point yang membuat saya sangat bersyukur bertemu dengan marylise.



1. Dia sangat attentive dan bertoleransi. Dia tau saya dan ali adalah seorang muslim. Dia katakan bahwa semua dipersiapkan sebagai halal food, tanpa pork, tanpa wine dan alkohol. Dan, bahkan berbahan ikan. Bisa saja dia membuat makanan berbahan dasar ayam atau daging lain. Tapi, dia memilih ikan. Mungkin karena setiap makan siang d kantin, saya selalu memilih ikanyag sudah pasti halal".



2. Saya tidur di kamar kakaknya, yg bersebalahan dengan kamarnya, kamar mandi, dan toilet. Terletak di dalam lorong yg bisa ditutup. Setiap malam ketika saya hendak tidur dan pagi ketika saya perlu ke kamar mandi, lorong itu tidak pernah dibuka. Karena mereka tau saya butuh membuka jilbab saya untuk alasan praktis, dan ayahnya tidak boleh melihat saya tanpa jilbab. Mereka hanya akan membuka lorong bila saya yang membukanya terlebih dulu. Indah sekali makna toleransi itu ya.. 



3. Mereka keluarga pecinta ikan. Bukan babi. Heheheheheh



4. Sebenernya saya merasa bersalah karena lupa membawa kopi indonesia untuk ayahnya. Untungnya Cathrine suka dengan syal batik dan the indonesia. :)  semoga di kesempatan lain saya bisa berkunjung ke sana, saya bisa membawa kopi untuk dominique. Maafkan saya ya, om.. 



5. Mereka terbuka dengan kami. Menceritakan banyak hal, tentang lyon, pertemuan cinta ayah ibunya, rumahnya di countryside, dan festivval-festival menarik di lyon.



Dari cara kehidupan mereka, saya belajar banyak hal.



1. Ketulusan persahabatan
2. Memuliakan tamu. Ada hal menaik tantang ini.  Mereka menyiapkan makan malam dengan menu ikan, bukan ayam atau sapi. ¨Padahal bisa saja mereka menyiapkan sapi atau ayam, selain babi. Tapi Marylise selalu memperhatikan saya yang selalu membeli menu ikan untuk makan siang. Mereka juga tidak pernah membuka pintu lorong _ sebelum saya yang membukanya di pagi hari ketika saya sudah berpakian rapi_ yg menghubungkan kamar tempat saya menginap dan kamar mandi yg saya pakai dengan dapur yang merupakan ruang bersama. Karena ? Mereka tahu saya berjilbab dan ingin membeikan ruang bagi saya untuk melepas jilbab ketika harus melepasnya untuk keperluan praktis ke kamar mandi.
3. Kerjasama tim (baik ibu,ayah,dan marylise bekerja sama melayani tamu. Bahkan ayahnya tidak segan2 mencuci piring)
4. Sederhana
5. Mencintai binatang



Kemudian, lagi. Selalu terucap syukur dari setiap tanda cinta-Nya.  Terima kasih tuhan, telah memilihkan sahabat yang baik untuk saya di awal-awwal masa perjuangan ini. Terima kasih telah , dengan lembut, menyadarkan saya kembali bahwa pilihan Mu memang selalu tepat. Aku mencintaiMu.





Regards,

@yosay_aulia

Sunday, 11 November 2012

How to get scholarship

Well, this is a very famous and common question for the scholar, which has the same answer anyway. Hmm,, Since I got the scholarship from Erasmus Mundus, So I tell you about the program. For general information, you can visit this useful and sourceful link

http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/results_compendia/selected_projects_action_1_master_courses_en.php

http://emundus.wordpress.com/

http://indoem.info/

Then, if you read the requirement carefully, you will find the same documents needed :

  1. degree of your bachelor
  2. transcript
  3. state of motivation
  4. recommendation letter from your lecturer or supervisor
  5. identity card (passport)
  6. europass CV (optional)
  7. study plan (optional)
  8. proposal of research (optional)
  9. Proof of English test proficiency (pay attention about the minimum score and the publishing institution) you can visit www.ets.org (for iBT and TOEFL test) and http://www.idp.com/ielts.aspx (for IELTS test) . Both test are equivalent for English proficiency.

Tips and Trick ?


  1. For document such as : Degree of  bachelor, transcript, passport, and any supporting document (e.g. certificate), please prepare it in soft copy form by scanning it first. So you just need to upload or print it out in case you need it immediately.
  2. state of motivation vs recommendation letter : make it one idea ! if the motivation says that you have experience, future plan, and pursuing carrier bla bla bla.....make the recommendation letter tell the same. So,it is important to build good communication and relationship to the referee.
  3. study plan and proposal of research : depends on the program you apply. Try to find out the progressing and focus research in your host university (especially faculty), the program, compulsory and optional subjects and its syllabus, also keep in mind to have choice related to your passion.
  4. English test preparation. You can join intensive course for TOEFL or IELTS preparation in any kind of course. Or you can just buy the book and prepare all the things by yourself. The important things are the due date, test date, venue, and cost. Pay attention about the due date (deadline) of your application. The result usually published 2 weeks after test, so prepare it well. Contact the right organisation and contact person to have comprehensive information. For IELTS, you can contact the nearest IDP office arround you (google knows it). For TOEFL, you can check it in the website above.

The important things in applying scholarship are good preparation and strong willing. All the rest, let God does the best for you. If you prepare the best, universe will conspire the best for you.

And remember, as you win the grant, you have responsibility in actualizing your intention as you stated in your motivation letter. Our nation wait for us ! :)


Good luck for everything !

here is another helpful information corresponds to document preparation.. 

for more information especially in erasmus mundus, you can contact me at yosi_a_a@yahoo.com

Regards,

@yosay_aulia



Monday, 15 October 2012

Gent : Catatan Hati


Ini catatan yang langsng saya copy paste dari notes blackberry. original dari cuatan hati saya. hihi..
Di atas semuanya adalah اللّهُ yg maha merencanakan :
1. If you are sincere, people will be sincere to you as well.
2. Sincere is about your heart, attitude. Ketulusan adalah bahasa kebaikan yg universal.
3. Menjadi muslim di negara non muslim adalah tantang menjadi rahmatan lil alamin. Kalau kamu baik di tengah lingkungan baik, itu wajar. Tp kalau kamu baik dan bermanfaat di lingkungan yg berbeda, itu luar biasa.
4. Di sini, ayat2 اللّهُ terasa nyata dan terdengar lebih lantang.
5. Hati2 !!!
6.Luruskan niat, jaga hati
7. Go Travel and find out yourself !
8.Mandiri, peduli, berani, no prejudice
9. Yg menyenangkan disini adalah : transparansi,kejujuran, dan straight to the point. Hitam adalah hitam dan vice versa. Pujian bukanlah jilatan dan menyampaikan kritik tidak berarti kebencian. You don't need to be fake to get love, to get friendship, to be helped, to help, to be cared, to care. You only need to figure out yourself and be confidence, be true, be honest to yourself, appreciate, thanks. And then you will do either to everyone, and everyone will do the same.
10. Friendship is friendship. No boundary about race, nationality, what you have, how many your cars, what is your political view, or how rich you are. It is about sincerely asking your name, your feeling, your offering help, and others. Be sincere !
11. Menatap mata, menganggukkan kepala,senyum, mengucapkan terimakasih setiap ditanyakan kabar.

Gent : Pelajaran Hidup

For sure ! Saya di sini ambil dua master degree : Food Technology dan PPKN :)

Tiba-tiba saya seneng banget sama pelajaran PPKN yang dulu waktu SMP tuh malesin banget. Disini, semuanya terasa nyata dan aplikatif.

Daann.. saya suka paradoks ini :

Di tengah lingkungan yang minoritas muslim, ayat-Nya terasa lebih nyata. Inget ayat ini ?


Al-Hujurat:13

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

1. Kalau di Indonesia saya mengenal berbagai Suku Jawa, Sunda, Minang, Batak. Papua, Melayu,  Betawi, dan belasan ribu suku lainnya.. Di sini, saya mengenal Bangsa Aria, India, Afrika, Arab, Asia, Eropa, Amerika, Latin, dan Serbia.. Alhamdulillah Allah memberi saya kesempatan untuk mengenal keagungan ciptaan-Nya. Mengenal karakter mereka, bergaul, dan berteman baik.

2. Dan ternyata, ketakwaan (dalam terminologi pergaulan manusia) adalah manusia yang bermanfaat. Yang akhlaqnya paling baik, yang paling ramah, yang paling attentive, yang paling helpful, yang paling bisa memberi kebahagiaan dan pencerahan.. Itu semua dicontohkan Rasul dan dituntunakan dalam Quran.

Ada banyak cerita yang saya alami sendiri , yang menjadi bukti akan buah kebaikan. Tapi, benang merahnya satu : Jika engkau menjadi rahmat, maka rahmat akan mendatangimu.

Di sini, saya belajar menjadi rahmatan lil alamin. Menjadi pencerah bagi (paradigma) mereka (terutama tentang kaum muslim). Semoga Allah meridhoi.

"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan"

Regards,

@yosay_aulia

Sunday, 7 October 2012

Gent : fun fact

Assalamualaikum! :)

Daar all..

Hoe gaat het ?

Ik ben 3 weeken in Gent.

Selama tiga minggu di sini, saya menangkap beberapa fakta menarik tentang kehidupan di Gent yang terangkum dalam tulisan ini.

  1. Melambaikan tangan adalah cara yang digunakan untuk menghentikan bus atau tram. Persis di Indonesia. Jadi, meskipun kamu menunggu bus yang benar di halte yang tepat, bus tersebut tidak akan berhenti kalau kamu tidak melambaikan tangan (dan tidak ada penumpang bus yang turun di halte tersebut). Lucu ya, persis di Indonesia. Bedanya, di sini jadwal bus teratur, pemberhentian selalu di halte (bukan di sembarang tempat). tidak ada ngetem, dan pembayaran dilakukan di awal ketika pertama kali masuk. Dijamin nggak ada macet gara2 bus. Mungkin Pak Jokowi bisa mencontoh ini :)
  2. Shalat dengan iringan lonceng gereja adalah hal lucu yang pertama kali saya rasakan di sini. Yap, kaum muslim minoritas di Gent. Selain karena itu, housing saya dekat dengan gereja yang setiap hari mendentangkan lonceng. Lucu aja, kalau biasanya saya shalat diiringi murattal dari menara masjid, saat ini saya shalat diiringi dentang lonceng gereja. Kalau melihat lebih dalam lagi, saya merasakan betul pentingnya toleransi dan kehadiran Dia dalam diri.
  3. Kentang goreng atau Friets (sebutan kentang goreng di Belgia) lebih enak daripada belgian waffle. Hahaha. Well, ini murni selera saya yang memang penggemar friets. Ah salah banget deh, friets is my guilty pleasure. Meskipun mengandung banyak lemak jahat dan pengawet, tapi enaaaaaakk... Potongannya lebih besar dan selalu disajikan dengan mayonaise atau saus wine mayonaise.
  4. Beer, waffle, coklat, dan friets adalah makanan khas belgia. Dan, cured ham. Well, yang bisa saya coba cuma waffle, coklat, dan friets. Enak. Sekian.
  5. Alsjeblift artinya silakan. Selalu diucapkan ketika membayar makanan, menyerahkan sesuatu, menerima kembalian, dan lain-lain. sopan.
  6. Gent is made for Bicycle. Nice !! Kalo di Bandung saya selalu mengendarai motor, disini saya mengendarai sepeda. Sehat, aman, nyaman. Hal yang menyenangkan adalah pengendara kendaraan bermotor sangat toleransi terhadap kami, pengendara sepeda (dan pejalan kaki). Mereka akan menunggu kami saat melewati persimpangan atau menyebrangi jalan. Hal tersebut juga membuat kami turut menghormati mereka, sehingga kami akan mengucapkan terima kasih dengan melambaikan tangan dan mengayuh sepeda dengan segera. Kalau semua saling menghormati dan bertoleransi ternyata nyaman kan..
  7. Goedemorgen, goedemiddag, goeddenavond adalah salam yang selalu diucapkan ketika saling bertemu.
  8. Belgia penghasil coklat ? Nope ! Belgia adalah pengolah coklat yang dihasilkan oleh Ghana dan Indonesia. Pohon coklat butuh iklim tropis untuk pertumbuhannya. See ? Yuk pelajari teknologinya (ngomong sama diri sendiri). Mohon doanya ya kawan-kawan.. :)
  9. Instead of copy centre, you will find club and beer shop around my housing residence. Anak muda di sini doyan banget party dan minum beer. Kalo udh weekend,, kaleng dan botol beer berserakan dimana-mana.. Anak muda Indonesia jangan begitu yaa..supaya negara kita bisa maju.. :)
  10. apotek lebih mudah ditemukan daripada ATM. lucu!
  11. biaya kesehatan di sini sangat mahal. Untuk visit dokter umum saja dibutuhkan 20 Euro yang setara dengan 240ribu rupiah. Makaa..jagalah kesehatan ketika di sini..
  12. Perempuan perkasa dengan pekerjaan supir tram atau bus, pengendara boat, mengangkat beban berat di pertokoan akan banyak ditemukan di sini.
  13. Mandiri adalah karakter khas mereka (khas orang eropa). Segala sesuatu dikerjakan sendiri dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan.
Segitu dulu yaa :) Ada banyak pelajaran yang ingin dibagi juga.. Sekarang sudah beranjak malam.. waktunya tidur malam..

Goedenacht :)

Regards,

@yosay_aulia

Saturday, 29 September 2012

Gent : First week of school

Assalamualaikum !

Walaupun saya berkuliah magister, saya tetap lebih senang bilang sekolah. Hiiihii..
Well, saat ini saya sedang menikmati weekend setelah seminggu (pertama) kuliah. Daan..weekend emang selalu indah.. bahagia bebas dan seger gimanaa gitu.. Btw, orang sini (seperti kebanyakan orang barat pada umumnya) juga sangat "mensakrakalkan" weekend. Mereka tidak ingin banyak kegiatan "serius" seperti perdagangan, sekolah, dan lainnya di akhir pekan. Makanya banyak toko yang tutup di hari Minggu, banyak jadwal kuliah yang dipotong di Jumat sore, dan lebih sedikit tram, kereta, atau bus yang beroperasi di akhir pekan. Sepi deh. Mungkin juga karena semalam sebelumnya mereka pada teler karena beer party. huohoho.

Cerita tentang sekolah.. Sekolah saya ini menyenangkan sih.. Alhamdulilah.. Sekolah saya bernama Faculty of Bioscience Engineering. Terletak di Coupure Link Gent. Coupure Link artinya sebelah kiri (Sungai) Coupure. Jadii,,,saya sekolah di pinggir sungai. Bagus lhoh! Andaikan Ciliwung atau Citarum bisa begini.. wow.. keren deh.. Bagi saya, sungai ini punya peran refrshing tersendiri, terutama bagi saya yang pulang pergi naik speeda. Jadi setiap pulang kuliah dan merasa jenuh, saya bisa bahagia melihat sungai yang mengalir lancar ditambah beberapa boat yang "parkir" di pinggir sungai, sambil merasakan hembusan angin (yang luar biasa dan sering bikin masuk angin).


Mengenai sistem pendidikan, saya merasa sama aja sih. hahhaa.. sama aja kayak di ITB. Perbedaan paling terasa adalah bahasa pengantar, yang pasti di sini menggunakan Bahasa Inggris. Mahasiswa juga dituntut lebih mandiri sih karena segala sistem dan materi disediakan secara online Oh, perbedaan mencoloknya adalah 1 jam pelajaran = 90 menit. dor! perjalanan hidup yang panjang, kawan..Tapi kan saya baru seminggu di sini, jadi belum bisa memberi penilaian yang komprehensif juga. Mengenai pertemanan, alhamdulillah teman-teman saya baik-baik.. Ada Marylis, gadis Perancis yang well organized. Zahra, orang Iran yang manis. Jo dan Dulce, orang Filipina yang suka ngantuk di kelas. Jude, orang Ghana yang pinter kimia. dsb.. Yang paling saya suka dengan kuliah di sini adalah sistem egaliter dan quote-quote dari dosennya. Meskipun dosen yang mengajar bergelar profesor, tapi kami (mahasiswa dari bangsa dan ras manapun) bisa sangat akrab dan terbuka menanyakan apapun. Ada beberapa quote yang sangat saya suka

"First, you must prepare your self" - Katleen (koordinator food tech)
"You must do it now, otherwise you will have a problem" - (Prof. Bruno, dosen Food Chem)
"There is no bad food, but bad diet" - (Prof. Koen, dosen Food Processing)


Sejujurnya,, saya di sini lebih banyak belajar tentang kehidupan. wahahaha... Saya belajar untuk bahagia dan ikhlas menjalani apa yang saya hadapi dengan penuh cinta..
Misalnya. Beberapa hari terakhir saya sakit flu. Cukup parah, tapi gabisa ke dokter karena ga sempat. Saya kuliah dari pagi sampe sore. Sepulang kuliah harus segera beres-beres, masak, mencuci, dan mengobati diri sendiri. Kalau saya males masak , atau mencuci dengan omelan , atau menyiapkan hari dengan keluhan.. hasilnya nanti akan lebih buruk lagi. Terrible. Jadi, saya harus tetap menjaga mood, tetap optimis, beriman kepada Kebaikan Allah, dan memutuskan untuk tetap bahagia menjalani hari-hari ini. Semoga saya tetap seperti itu, meskipun nanti tugas kuliah mulai meningkat drastis, mulai banyak kegiatan, dan lainnya..

Hmm.. apalagi yaa..
Mau cerita ah. Meskipun saya jarang masak di rumah, tapi masakan saya di sini dipuji enak sama teman-teman Indonesia maupun negara lain. hihii... seneng deh..

Udah dulu cerita dari Gent.. semoga bisa memberi inspirasi..

Have a nice weekend..

Regards,

@yosay_aulia



Sunday, 23 September 2012

Gent : New Life

new life, new experience, new responsibility, new heart.
Ya, hati yang baru. Saya merasa perlu membuka hati yang baru untuk kehidupan yang pasti akan memberi banyak perubahan positif pada diri saya.

Hari ini tepat seminggu saya berada di Belgia. Bahagia dan excited sekaligus masih homesick, masih suka kangen rumah, kangen bandung, kangen adikku, dan kangen teman-teman. Tidak terasa ya, seminggu yg lalu saya berangkat dari Bandara Husein Bandung, diantar keluarga dan sahabat-sahabat. Ucapan selamat jalan, doa, souvenir, uang saku, dan berbagai bentuk simpati dan kasih sayang yang disampaikan secraa langsung maupun via media sangat sangat sangat berarti bagi saya. Saya merasa tidak sendiri.

Hari ini temperatur di luar ruangan mencapai 9 derajat Celcius. Frozen bite di kaki dan semilir angin cukup bikin semriwing sih. Butuh effort untuk bisa mencuci pakaian di laundry, belanja kebutuhan makanan, dan segala aktivitas di luar ruangan. Tapi menyenangkan kok. Alhamdulillah semua bisa diatasi dengan baik.

Jadi inget deh, seminggu yang lalu saya tiba di Brussel dengan sebuah koper super besar 30kg, tas 5 kg, ransel, dan koper kecil 8 kg. Heboh. Sempat riweuh pas mau check in di Husein krn bagasinya over load. hahhaa..untung ada teman yg bobot bagasinya kurang dr kuota, jadi saya bisa pakai jatah dia tanpa bayar denda. Perjalanan Bandung-Singapura-Doha-Brussel membutuhkan waktu 28 jam termasuk transit. Tepar!

16:40. Bandung-Singapura : 2 jam dg Silkair. Pesawatnya bagus (lebih bagus dr pesawat murah di Indonesia), makanannya enak. Transit di Changi 1:50 (waktu hanya cukup untuk segera check in dan ke toilet).

21:20. Singapura - Doha : 7 jam dengan Qatar Airways. Pesawatnya lebih bagus dan lebih besar. Fasilitas lengkap, tayangan TV nya bagus, makanan lumayan, pramugarinya cukup ramah. Transit di Doha international airport, tiba pas tengah malam. Untung di airportnya bagus dan ada silent room (ruang khusus tidur bagi penumpang yg transit lama). Cukup membantu memulihkan tenaga. Oh, ada masjidnya juga lho. Masjidnya bagus dan bersih, serta mengumandangkan adzan subuh.

8:30 pagi. Doha-Brussel : 8 jam dengan Qatar Airways. Sampe Brussel jam 3 sore.

Dari Brussel international airport, dijemput oleh Kak Ulfah dan Kak Uti (yang ternyata anak IC !! Jadilah kami bertiga anak IC disana) dan langsung ke Stasiun Gent St.Pieters naik kereta. Hmm... infrastruktur stasiun dan rel keretanya mirip infrastruktur di Indonesia. Tapi fasilitas, kenyamanan, dan kebersihan keretanya jauhh lebih bagus daripada Indonesia. Tiket kereta bisa langsung dibeli di loket di bandara. Harganya 14 Euro.

Sampe Gent St.Pieters, dijemput oleh kak Tazy dan Syifa (magister akuakultur di UGent). Dari stasiun, ke housing naik bus dengan bersusah payah karena harus membawa koper luar biasa akbar.

Sisa hari itu, saya habiskan untuk mandi, makan, dan istirahat. Penyakit jetlagnya masih ada sampai 3 hari kemudian. Fuuuhh...

Senin-Jumat, saya gunakan untuk menata diri dan kehidupan... Mengurus housing, tanda tangan kontrak beasiswa, ke Leuven untuk mnegurus administrasi di KUL, sewa sepeda untuk 3 bulan, survey lokasi, ke fakultas, welcoming days, orientasi, dan berkenalan dengan teman-teman baru..


Hmmm..
Saya senang dengan pergaulan di sini karena (alhamdulillah) ternyata sangat toleran dan menghargai perbedaan. Kami dapat hidup berdampingan, saling menyapa, bertoleransi, ngobrol, dan saling membantu meskipun kami sangat berbeda. Pelajaran penting bagi saya adalah : Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Kalau kamu menolong, kamu pasti ditolong. Kalau kamu menyapa, kamu pasti disapa balik. Kalau kamu senyum, pasti mereka senyum juga. Sebenernya mereka senang sekali lho punya teman yang berbeda, mereka sangat open minded. Tips ngobrol sama orang asing : tanyakan "apa yang menarik dari negara kamu?" pasti mereka akan cerita dengan senang hati.. Trus, bahas terus tentang negara mereka, ucapkan sedikit2 bahasa mereka, mereka pasti senang bahkan mengundang kalian ke rumahnya.. asik kann

Tentang kesehatan, makanan, dan lingkungan.
Menyenangkan ! Semua menyenangkan. Alhamdulillah penyakit masuk angin saya bisa teratasi, alergi detergen jarang kambuh, migren juga hilang (wow alhamdulillah), dan yang penting saya senang dengan kehidupan ini. Makanan,, saya sering masak dan makan bekal dari Indonesia. Sejauh ini semua baik-baik saja. Saya selalu memilih produk ikan, beli makanan berbahan tumbuhan, dan menghindari junkfood. Oh, di sini air keran nya potable, jadi saya hanya perlu beli teko penyaring bisa minum. Sekarang Belgia udah masuk musim gugur. Temperatur mulai rendah dengan sedikit gerimis. Kangen Indonesia, pasti. Tapi di sini juga menyenangkan. Tranposrtasi utama adalah kereta dan tram, tapi saya naik sepeda (lumayan mengahangatkan dan menyehatkan badan saya yg semakin doyan makan karena dingin). Oh, disini sangat peduli lingkungan, contohnya adalag budaya memilah sampah. Tapiii.... kalo mereka habis partyy..duh kaleng dan botol beer (belgia sangat terkenal dengan beer nya juga, selain coklat) berserakan bercampur bau pesing di pinggir jalan. yaks!

Hmmm apa lagi yaa yang bisa diceritakan ,,, segitu dulu deh..

Besok saya mulai kuliah, sistemnya mirip kuliah di ITB... mohon doanya yaa.. smeoga semua lancar dan sukses.. amiin

Regards,

@yosay_aulia

Saturday, 28 July 2012

catatan Ramadhan #2 - why life science ?

Juli 2007.
"Kenapa kamu masuk SITH,, sayang banget... harusnya kamu jadi dokter aja..." , begitulah komentar orang kebanyakan ketika tahu bahwa saya memilih SITH ITB, bukan fakultas kedokteran.
Saya hanya bisa tersenyum , padahal di dalam hati mah "mwee..kejamnyaa bilang begitu..". Kala itu; ketika saya dalam masa kritis penentuan masa depan (melalui masa kuliah); fakultas kedokteran, elektro, industri, dan psikologi adalah fakultas paling beken di kalangan pembicaraan kami. Biologi ? Cuma anak-anak tim olimpiade aja yang "diperkirakan" akan masuk sana. Dulu, jurusan ini dianggap sebelah mata. Maka saya juga sempat tidak PD ketika harus melanjutkan ke SITH ITB...


"Say, lo ga mau nyoba kedokteran lagi ..?? " ini golongan orang yg bersimpati tapi bikin saya bimbang..



"Mau kerja apa nantii..." itu komentar selanjutnya..


Bahkan ketika sudah menjalani kuliah dalam hitungan tahun sekalipun, ada aja komentar aneh seperti "kerjaan kamu, mengamati mikroba aja di mikroskop ??"

ngeeekk...lieur ateuhh tuan nona... oke, saya akan ceritakan tentang pekerjaan lab saya di postingan lain. Tapi, jawaban singkatnya adalah : pengamatan di mikroskopnya cuma beberapa menit aja kok.. :) -- sambil senyum

Maka, terhitung dari Juli 2007-Juli 2008, saya berpikir keras, bertanya-tanya kepada Tuhan dan diri sendiri..
Kenapa saya masuk sini yaa.. dulu kan pengen jadi dokter
Saya ntar jadi apa yaa...
Kok kayak nyasar yaa..
Berat begini praktikumnya euuyy... (Fyi, tahun 2007, SITH adalah satu-satunya fakultas yg ada praktikumnya pas TPB. dan praktikumnya 4 jam aja tiap minggu.. *fyuuhh~)


Juli 2008.
Mulai masuk perkuliahan di jurusan masing-masing. Saya masuk mikrobiologi ITB. Saya mulai punya bayangan tentang apa yang akan saya lakukan kelak dengan ilmu saya. Tuhan pasti punya maksud mulia, begitu pikir saya.

Maka ketika ada yang bertanya apa jurusan saya, atau ketika saya memperkenalkan diri pada suatu kesempatan, saya katakan.

"Saya Yosi Ayu Aulia, biasa dipanggil Yosay, Mikrobiologi 2007"

"Apa...??" atau
"Mikrobiologi ?" yang lain
"Biologi ?"

"Iya, Mikrobiologi. Baru ada tahun 2004 di ITB"

"Ooohh..." ga komen lanjut
"Waahh,, ngeri banget jurusannya.. belajar virus ga? ntar gw dikasih virus dong" -- Asli ini komennya Uta dan Panda di siaran "Panda Berkokok" Prambors Radio pas saya ikut suatu kuis. Ngakak!


Juli 2008-Juli 2010
Inilah kami Mikrobiologi 2007 !!
Praktikum, kuliah, tugas, ekskursi, kuliah lapangan, praktikum PTF dan mikrobiologi analitik, nginep di lab bermalam-malam, shaker manual, Fermenstation 2010, berlarian mengejar kelas imunologi, begadang belajar biselmol bareng-bareng. Sampaii.. KP dan TA dengan cerita dan pembimbing masing-masing

Microbabes at Tidung, 2011

Kami lalui semua bersama :")


Kami temukan diri kami masing-masing. Kami berbagi, kami unik berbeda namun menyatu, saling mendukung, mengingatkan, bangga satu sama lain, kami keluarga, kami mikrobiologi 2007.

Kami yakin; bahwa dengan melakukan hal kecil, kami bisa membuat perubahan besar pada dunia. Itulah kami, mikrobiologi 2007.
Bagi saya pribadi, saya menemukan kehidupan saya di sini. Saya bahagia belajar bersama mereka, berbagi tugas, bahkan ketika mengalami konflik sekalipun.


Belajar life science, bagi saya khususnya mikrobiologi, artinya belajar tentang kesempurnaan Allah, Sang Pencipta. Tuhan ciptakan sistem yang sempurna, seimbang, penuh perencanaan dan perhitungan, akbar tanpa mengabaikan detil, mikro namun berdampak mega, satu kata : Sempurna.



Life science adalah dasar ilmu pengetahuan. Inilah ilmu yang lahir dari kajian penciptaan Tuhan. Bagi saya, inilah cara Dia berbicara tentang kebesarannya. Sebab Dia ajarkan tentang kesetimbangan (homeostasis). Semua sistem alam semesta diciptakan dengan setimbang dan penuh perencanaan. Itu sebabnya semua ciptaan manusia mengacu pada cara Tuhan mencipta.



Tahukah kamu 



Bahwa teknologi sistem informasi mengikuti sistem transkripsi dan translasi pada sel ?

Bahwa konstruksi jembatan meniru konstruksi kaki ayam ?
Bahwa desain engsel pintu mengikuti struktur flagel pada bakteri ?
Bahwa sistem piramida makanan bisa menjadi contoh bagi sistem pemerataan ekonomi ?
Bahwa desain bor minyak mengikuti struktur gonad laki-laki ?
Bahwa strategi perang Rasulullah mengikuti sistem imun mnausia ? --klo untuk hal ini, pasti dibimbing Allah
Kalau sistem informasi biner aja bisa segitu banyaknya, bagaimana dengan sistem DNA yang terdiri dari 4 basa ?

Dan fakta-fakta keseharian..
Bahwa wine (yang buatnya bener) gabisa basi ?
Bahwa yoghurt bisa jadi keju ?
Bahwa pupuk ternyata ga bagus buat tanaman ?
Bahwa ternyata tubuh bisa sembuh sendiri ?
Jam berapa menjemur pakaian paling baik ?
Jam berapa kamu harus pakai krim wajah ?
Bagaimana kamu tau bahwa makanan itu pakai pemanis buatan atau gula alami ?
Tahukah bahwa Indoenesia bisa bayar hutang dengan aset karbon di hutan yg dimiliki ?


Jadi, kalau ada yang bertanya.. "Kenapa kamu masuk SITH ?" -- Saya jawab "karena saya bisa belajar kesempurnaan Tuhan ketika belajar di SITH"

"Lo ga mau masuk kedokteran lagi say ? " -- Saya jawab "ga, saya bahagia di sini" (bukan karena udah lulus lho yaa)

 " mau kerja apa nanti say ? " -- Kerja ? "Saya gamau kerja" begitu jawaban saya ketika saya ditanya mama. Mama sampe kaget, mungkin sedikit bingung.
"Saya mau mengajar"

Saya bukan hanya mau bekerja, saya mau berkarya.
Kerja apapun nanti, saya mau memberi manfaat seluas-luasnya dengan ilmu yang Allah amanahkan kepada saya. Saya mau, kolaborasi ilmu ini dengan keilmuan lain bisa membangun Indonesia. Menyelesaikan permasalahan yang sering bikin sakit hati. Mulai dari krisis BBM, impor beras, impor kedelai, impor cengek (oh mameen !), krisis air bersih, makanan basi, gizi buruk, epidemi penyakit..daann lain-lain

ga perlu kata tapi

penyelesaian masalah butuh optimisme dan niat yang lurus, bukan kata tapi.

Juli 2012.
Sekarang saya sudah menyandang gelar sarjana, bukan mahasiswi lagi. Ada tanggung jawab lain yang harus saya emban, apalagi saya akan segera melanjutkan studi. Allah pasti punya maksud dengan jalan hidup saya selama ini..

Saya jadi teringat dengan nasehat seorang guru besar ITB, "Kalau teknologi informasi di Indonesia ga maju, ya wajar lah. Tapi kalo ilmu hayati di Indonesia terpuruk, itu dipertanyakan. Apa yang nggak ada di Indonesia ?"

Apa yang nggak ada di Indonesia,  para life scientist ?

Regards,
@yosay_aulia

Sunday, 18 December 2011

road to graduation day



SYUKURAN WISUDA SITH, 28 Oktober 2011

ini adalah agenda rutin SITH, dan semua fakultas di ITB untuk mengadakan syukuran atas keberhasilan mahasiswanya menempuh pendidikan. ehm, overall menyenangkan karena kami saling memperkenalkan orang tua masing-masing kepada dosen dan teman-teman kami.. Kami menemukan keluarga yang bertambah besar di sini.. Kami adalah keluarga besar SITH..
inilah kami..
saya, Bu Dea (Kaprodi mikrobiologi yg kami banggakan), Hawa
Geng Mikroakuatik

foto dengan mamih (Bu Pingkan) she is inspiring !

GRADUATION DAY ..
this is me !
29 Oktober 2011. Hari yang bersejarah bagi saya dan keluarga saya, karena dapat mempersembahkan kelulusan ini untuk mama papa.. malaikat yang selalu melebarkan sayapnya untuk memberi saya surga sekaligus membisikkan saya mengenai makna kehidupan..
Ferdy, Bu Anis (mama protokoler), dan saya

Pembukaan sidang,
Lagu Indonesia raya, mengheningkan cipta
Janji lulusan ITB
Pidato rektor,, saat ini, nama saya dan astri disebut sebagai mahasiswa berprestasi karena telah membawa karya TA ke LIYSF.
Pengumuman wisudawan spesil oleh wakil rector bidang akademik.
Pemanggilan wisudawan… “Yosi Ayu Aulia”
Maka saya yakinkan bahwa saya mengenakan kebaya terbaik, mempersembahkan senyuman terbaik, dan berjalan anggun dengan hati-hati.. Saya bersalaman dengan Pak Akhmaloka, Bu Pingkan, Bu Dea, kemudian turun podium.. saya resmi menjadi sarjana,, saya telah dilepaskan ITB untuk siap berkarya nyata bagi bangsa.. Saya bukan lagi iron stock, melainkan besi yang sudah tretempa dan siap membangun bangsa..
Saya berjalan ke arah belakang podium untuk mnegambil ijazah.. dan saat itulah hal yang mengharukan terjadi..
*epilog, sebelumnya saya melihat salah seorang guru besar turun dari podium dan berjalan ke belakang. mungkin ke toilet, pikir saya. Ah, tapi nanti beliau tak melihat saya dipanggil ke depan..
Namun ketika saya berjalan menuju tempat pengambilan ijazah, beliau telah ada di sana menyambut saya dengan senyum lebar dan tangan terbuka..
“Yosii… selamat yaa..” Ah, hampir air mata saya jatuh.. kami bersalaman dan saya tidak melewatkan kesempatan itu. Saya genggam tangannya erat, berharap semoga rasa syukur, merasa terhormat, dan terima kasih yang begitu besar dapat langsung tersalurkan.
“Om, terima kasih ya.. terima kasih untuk bimbingan dan perhatiannya selama ini.. terima kasih Om.. Tanpa perhatian om, mungkin kami (anak-anak IC) tidak akan di sini..” Suara saya parau, menahan haru.
“Yosi, kamu hebat, selamat yaa..”
“Saya yang berterima kasih … terima kasih, Om..”
“Yosi…” Beliau memgang pundak saya ternsenyum lebar penuh kebanggaan. Sesaat, waktu itu hanya milik kami hingga beliau memecah keheningan, “Dida mana ?”
“Dida belum om, dia nim akhir..”
Dan ketika dida keluar, kami foto bersama di belakang panggung…
Kalau boleh jujur, inilah puncak pertama kebahagiaan saya di hari itu..
mengambil ijazah !

geng KMPA (the only lady lah..) dani,muhsin,yosay,gian,jekim,yasir
Selesai prosesi wisuda dan saya meyakinkan bahwa keluarga saya mendapatkan makanan dan pulang dengan selamat, acara selanjutnya adalah ARAK-ARAKAN !!
icha, ciput, saya sebelum diarak :)
Inilah pesta kami, wisudawan ITB, yang dipersembahkan oleh seluruh teman-teman satu fakultas..
Kami diarak dari sabuga, lapangan saraga, tunnel, SBM, sipil, gerbang ganesha, lalu plaza widya. Selama arak-arakan, saya mendapat banyak bunga dan ucapan dari sahabat-sahabat tercinta..
Di sabuga, saya mendapat dari Intan, Venes, Rendy, Dinna Maul, dan Mikrobiologi 2007
Di Tunnel, saya tiba-tiba diserbu oleh segerombolan anak-anak SITH, “Ka yosaaayyy !!!!” cium pipi, peluk, lalu berbuket-buket bunga… dari hamida, Gibran, Rinda-Via, Mikro 2009, tim mikrobologi analitik
Di sipil, saya mendapat boneka mashimaroo dari Rahma,
Setelah saya hitung, ada 5 buket bunga, 8 kuntum bunga, kartu ucapan, 1 boneka, dan pulpen wisudawan yang menyusul dari irna. Kalau saya boleh jujur lagi, inilah puncak kebahagiaan yang kedua di hari itu.
Kalian sukses membuat saya mengucap syukur terus menerus, mengembangkan senyum saya sepanjang hari.. kalian membuat saya menjadi penjual bunga hari itu.. namun tetap, Kalian adalah pelangi…
Di gerbang ganesha, saya melihat kamu…
Oh, maksudnya saya melihat performance teman-teman arak-arakan yang superkeren ! megundang decak kagum dan tepuk tangan meriah dari selruh wisudawan.
Kemudian kami melintasi himpunan fisika
Hingga tibalah di plaza widya.. setelah orasi dari kahim, kami melempar toga.. tradisi yang bleum ada sebelumnya di ITB.. (setau saya).. ah, saya merasa sangaaatt lega dan bahagia.. kalau saya boleh jujur lagi, inilah puncak kebahagiaan saya yang ketiga.
Prosesi arak-arakan bubar. Haus, capek, senang, laper, gerah. Hossshh…
Saya dan Gibran (partner ber Kahim in crime ! )

big thanks to dodi ! (kahim)

foto bareng presiden KM dan mentri hublu (tizar dan tito, anak IC semua :D)
Saya menungguu dijemput orangtua untuk foto bersama, di ATM BNI. Dan saat itu saya beruntung untuk bisa bertemu lagi dengan teman-teman kabinet,, saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan mereka mengatur rangkaian wisuda.. saya berfoto dengan mereka..
Setelah dijemput , saya langsung ke tempat studio foto.. foto keluarga..
Ah, mama papa icha… kelulusan ini untuk kalian.. kalian adalah energy bagi saya..
Terima kasih untuk doa yang selalu tercurah, motivasi yang selalu terucap, dan dukungan yang selalu ada..
Kalian adalah anugerah terindah.. kemudian IC,
dan ITB..



EPILOG ~
By the way, inilah ucapan dan hadiah yang saya terima ketika wisuda.. ohh Fyi, saya adalah wisudawati penerima bunga terbanyak se-Nymphaea saat itu lhoo.. aihh senangnyaaa :")

- Intan (mikro 07) : Selamat S.Si, FYI Corporation Yosi Ayu Aulia. Sukses di kehidupan selanjutnya dan cepat menikah.
- Mikro 07 : Kepada YOSAY semoga sukses
- Venes (mikro 07) : 29-10-11 dear Yosi Ayu Aulia S.Si. Hay S****.. Selamat ya sayang, semoga sukses untuk apapun itu rencana kamu di depan
-Kelompok 3 Mikrobiologi Analitik : Asisten Mikan paling sabar sedunia.. selamat ya ka yosay..
-Rinda dan Via (Bio 08) : SElamat Wisuda Yosi Ayu Aulia S.Si.. si tukang cubit . dari adik-adik terunyu, Rinda dan Via
-Amel (mikro08) : Selamat Teh Yosay, S.Si. selamat wisuda teteh, semoga sukses terus/ kerja barokah, s2 lancar, cepet nikah. amiin. salam erasmus mundus.
Rahma (mikro07) : Dear yosay, happy graduation. Say, aku ga mau kasih bunga. Aku mau ngasih sesuatu yang lebih bertahan lama. Mungkin lebih lama dari kamu ketemu aku. Selalu rendah hati dan semangat ya ! with love, rahma



- daann lain-lain... dari teman protokol, KMPA, dan masih banyak lagi...



ini fotonyaa



hadiah wisuda dari temen2.. :")




Mereka adalah pelangi dalam kehidupan saya, sejak di Ganesha 10 hingga seterusnya. Ucapan, doa, dan harapan mereka membuktikan – sekali lagi – kepada saya, bahwa saya tidak pernah sendiri. Selalu ada sahabat yang setia mendampingi dan ikut merasakan kebahagiaan dan kesedihan saya. Ingat postingan saya, (nasihat sahabat). Mereka pun setia menemani saya dan menjaga agar saya tetap teguh untuk selalu berada di jalan-Nya.


Daaann inilah sahabat saya yang sebenarnya : KELUARGA SAYA….
papa, me, mama (acara syukwis SITH)


Mama yg penuh kekhawatiran yg biasanya dituangkan dlm doa atau keparnoan (hahah.. sori bu!), sering beradu pendapat dg saya tapi demokratis dan selalu luluh sm hajat anak-anaknya.
Papa yg super bijak dan bersahabat ! imam dan pengayom yg luar biasa. Meskipun super narsis 2012, papa adalah pekerja keras dan selalu punya cara untuk melayani keluarganya dg maksimal.
Icha adik gendut yg sudah beranjak remaja. Hiks.. sedih, pengennya dia kecil terus aja, lucu sih. Selalu punya cerita yg penuh canda dan keceriaan. Dia adalah ajang latihan saya dlm mendidik anak. Ahahahha. Dan, dia punya kemampuan menulis yg sangat baik. Keren !

Keluarga yg selalu mendukung, member nafas optimisme, memberi alternative jalan keluar, MENDOAKAN..
Mereka adalah sepasang bidadari untuk saya, yang selalu siap membawa saya terbang tinggi..
Mereka adalah alasan utama saya dlm setiap pengambilan keputusan..

Maka ketika ditanya, apa arti momen wisuda untuk saya ?
1. Ketika saya bisa memberikan hadiah untuk keluarga saya
2. ketika saya tau, arti saya di mata teman-teman saya 


Dan, kalo inget kemeriahan dan euforia wisuda ITB dan arak-arakannya... Ahh...Rasanya mau wisuda lagi deh.. percaya deh, wisuda ITB selalu punya banyak cerita. Selalu.

Regards,
Yosay