Saturday, 22 January 2011

nasehat sahabat

"apapun yang lo ambil, say.. gw pasti dukung lo kok.. siapa tahu dengan lo masuk SITH, lo bisa nemuin obat baru" (nafilia, 2007)
latar : saya bimbang mau ambil kuliah jurusan apa.

"yosay.. terima kasih untk warna yang kamu hadirkan dalam kehidupanku. aku tdak mungkin melupakanmu" (firdhanti, 2007)
latar : menulis buku tahunan angkatan saat perpisahan.

"jangan mau kalah sama sakit" (zaki, 2009)
latar : mengeluh sakit, padahal harus belajar.

"yosay, tyas.. kalian adalah sahabat yang selalu mengerti aku. terima kasih karena selama ini selalu mendengar curhatan aku" (yostal, 2005)
latar : kegalauan masa SMA. hihi.

"hei, sahabat tetaplah sahabat. aku dan temen2 selalu ada untuk support kamu" (Hawa, 2011)
latar : kegalauan masa kuliah.

"kamu galau kenapaaaa... sini sini... cerita, biasanya kan aku juga ngrecokin kamu kalau lagi galau.." (ikeu, 2010).
latar : sms.

"ga papa say, waktu akan mengobati semua ini. sekarang belok dulu" (annisa maulida, 2010)
latar : setelah keputusan april.

"terima kasih, untuk selalu ada di setiap aku butuh.." (Rahma, 2008)
latar : ungkapan kasih sayang via sms.

"yosaaaaayyyy !! do I miss something form you ??" (Fida, 2010)
latar : opname karena sakit DB

"kalau ada apa2, kamu cerita aja ya ke aku.." (Fida, 2010)
latar : aku belum cerita sesuatu ke fida. hehe

"yosay, aku siap untuk mendengarkan " (Reni, 2011)
latar : di hotspot SITH.

"apapun sih say... tapi ntar jangan nyesel yaa..." (Venessa, 2011)
latar : makan siang di tulang ikan jambal.

"kamu harus tahu apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan" (Irna, 2010)
latar : sms.

"sekarang lo harus bertahan, say. kalau lo nyerah, lo ga akan dapet apa2, sayang perjuangan lo selama ini. what doesnt kill you, makes you stronger" (Dina, 2008)
latar : hampir nyerah tentang tamnas.

"gw sangat yakin ko, apa yang seharusnya dilakuin, dengan smua pemahaman agama yang lo punya. tapi dengan keputusan diri lo itu, ada satu sisi yang tidak terpuaskan, padhal itu baik." (Yasir, 2010)
latar : banyak latar, nasehatnya selalu menginspirasi.

"pada akhirnya nanti lo harus memilih, say.." (Aldi, 2010)
latar : kampus.

"lebih baik dicukupkan saja" (Ikhwan, 2011)
latar : makan malam di surabaya

masih ada banyak sebenernyaa... tapi di malam ini saya baru inget yang itu... ntar saya post lagi deh. saya hanya sedang mengingat2 kemurahan hati mereka untuk selalu mendukung saya dalam kondisi apapun. mereka adalah cahaya kehidupan saya.

terima kasih, Allah..

Wednesday, 19 January 2011

sebaik-baik manusia

adalah yang paling bermanfaat bagi sesama, seperti hadits berikut.


عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

kemudian, bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain ?

menurut saya, setidaknya ada tiga hal utama yang dapat membuat kita bermanfaat.

1. hati.
2. kompetensi.
3. silaturahmi.

ketiganya tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat diurutkan mana yang paling utama, menurut saya ketiganya adalah hal pokok yang harus ada dan saling melengkapi.

1. hati. hati yang baik, bersih, dan lurus tentu akan menghasilkan akhlaq mulia bagi sesama atau bagi dirinya sendiri. kebaikan bagi sesama bisa diimplementasikan dalam silaturahmi yang terjaga, sikap yang menyenangkan, dan kesediaan untuk selalu memberikan sedekah (segala bentuk kebaikan adalah sedekah).

2. kompetensi.
kompetensi adalah wujud lain kebersihan hati yang berdampak pada diri sendiri. hati yang bersih akan selalu berupaya untuk terus meningkatkan kualitas dirinya, jiwanya, akalnya, dan raganya. dirinya akan selalu bermuhasabah dan jujur terhadap kekurangannya, berusha memperbaikinya, selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuannya, dan mau belajar untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. orang yang kompeten tentunya harus bisa memanfaatkan kompetensinya dengan penuh integritas demi kebaikan dan kebenaran.

3. silaturahmi.
silaturami adalah wujud kebersihan hati dalam hal habbluminannas, hubungan sesama manusia. seseorang yang pandai bergaul, berhati bersih, dan memiliki social skill yang baik tentu akan disenangi dan dipercaya oleh orang sekitarnya. tua muda, laki perempuan, miskin kaya, dan dari golongan manapun akan mempercayainya dan menyenanginya. maka tak heran hubungan silaturhami yang baik adalah salah satu pintu rizki bagi kita dan dapat menolak bencana serta memanjangkan usia.


jadi, marilah kita jaga dan tingkatkan kualitas diri kita yang mencakup kualitas hati, kompetensi, dan silaturahmi kita.. sebab dengan menjadi manusia yang bermnafaat artinya menjadi manusia yang memiliki ladang ibadah yang luas sehingga tujuan penciptaan kita oleh Dia pun tercapai.

lagipula, pasti kita males banged deh klo jd orang plaing "nyampah" di suatu komunitas. pasti kita akan mencari komunitas baru yang bisa mnejadikan diri kita lebh bermnafaat. iya kan ? seperti yang pernah diungkapan teman mikro saya ketika sedang ngbrol2 tentang masa depan.

"gw sebenernya belum tau mau jadi apa nih ketika lulus ntar, yang pasti gw mau hidup gw berguna aja, ga mau nyampah" (nurzara, 2010) :D

maka, dimanapun kita, berusahalah untuk menjadi yang terbaik, menjadi yang paling bermnafaat.
semangat !

*terima kasih untuk papa yang telah menanamkan hal ini sejak saya masih SD, terima kasih kepada eyang yang telah menanamkan ini kepada papa. love you all, so much.


Monday, 17 January 2011

banjir lahar dingin

Warta berita nasional akhir-akhir ini cukup berwarna. Ya, selain kasus Gayus sang mafia hukum, ada berita bencana nasional lahar dingin di lereng Merapi, banjr bandang di Brazil, sampai kasus duet Anang-Syahrini. Karena saya sudah bosan dengan berita kebobrokan hukum Indonesia dan saya tidak berminat dengan kasus duet Anang, maka saya tertarik dengan kasus bencana.

Bencana lahar dingin dan banjir bandang di Brazil (saya kira banjir bandang cuma ada di Indonesia lhoo) merupakan sedikit dari "kemarahan Tuhan kepada manusia, melalui mahluk-Nya (air, hutan, tanah yang longsor, dan sebagainya)..

"Telah tampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan oleh tangan manusia.. (Ar Rum : 41)" begitu firman Allah. And it's done.

Hemm.... ketika saya melihat siaran tentang kedua kejadian tersebut, saya jadi berpikir bahwa Tuhan bisa saja mengubah lahan subur pertanian di lereng Merapi atau hutan lebat di Brazil menjadi porak poranda. Sebenarnya saya sangat tertegun ketika melihat kejadian banjir lahar dingin yang membuat kawasan sekita merapi jadi lautan pasir, seperti gurun. Lahan subur menjadi seperti gurun. Ketika berpikir demikian, tiba-tiba saya teringat bahwa salah satu tanda dekatnya hari akhir adalah negara subur yang menjadi gurun dan negara gurun yang menjadi subur. Saya melihat kenyataan bahwa negara Timur Tengah saat ini mulai menekspor berbagai macam buah-buahan khas negerinya. Sedangkan Indonesia (ambil saja Indonesia sebagia sampel negara tropis nan subur) mulai mengalami penurunan kualitas pertanian. Logika saya saat itu, "ya orang timur tengah sekarang punya teknologi yg maju, jadi wajar. kalo negara tropis jadi gurun, gimana caranya ya ? ga masuk logika saya"..

oohh tapi sekarang Tuhan menjawab pertanyaan saya beberapa tahun silam. Masuk akal juga ya, negara tropis umumnya memiliki gunung berapi yang cukup aktif dan bisa meletus kapanpun sehingga mengeluarkan kandungan mineralnya dalam jumlah tak terbatas. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kawasan pertanian dan perkebunan di Lereng merapi yang subur menjadi seperti gurun. Saya tahu, akan ada saatnya kawasan itu menjadi subur kembali karena materi vulkanik dari gunung berapi; tapi saya belum tahu waktu pastinya.

Tulisan ini hanya bertujuan untuk menyampaikan bahwa ternyata fakta negara subur menjadi gurun dan negara gurun menjadi subur itu ada lhoo..... Lagi lagi, Tuhan menjawab pertanyaan saya dengan sangat logis (menurut logika manusia), meskipun saya baru menyadari bertahun kemudian.

Saya jadi merinding sih bila menyadari fakta ini, artinya hari akhir tuh emang udah deket ya ?

Astaghfirullahaladzim...

marilah tingkatkan muhasabah diri..

menulis

baru saja dan telah saya buktikan :

bahwa menulis adalah terapi kegalauan yang sangat ampuh ! yeah.

berikut ini terapi yang selalu saya jalani bila bergalau hati (kata adek saya)

1. menangis, hahha. puas aja gitu, gabisa marah sih, jadi nangis aja.
2. wudhu, sholat, nangis (lagi), ngadu, trus ngaji, trus bobo. puas sekali.
3. merenung, lalu menulis, berpikir, menulis, menulis lagi..

yah, akan saya lanjutkan. karena ternyata terapi tersebut ampuh mengurangi resiko penyakit jantung bawaan saya. haha.

terbukti bahwa saya telah memiliki : 1,2,3,4,5,6 ..

yah, setidaknya 6 diari selama hidup saya.. wahahha... bangga ! btw, diari adalah media menulis paling private dan jujur. maka akan saya simpan sampai punya cucu ntar. hhe. dan saya masih suka baca2 tulisan saya dulu, jaman SD, SMP yang masih sangat lugu dan labil. haha. ketawa2 sendiri. saya juga suka bikin puisi, sejak SD. dan saya tulis di diari. beberapa ada yang menang lomba pas SMP.. ehhe. bangga juga.. :)

oke, intinya. saya akan terus menulis.

menulis adalah proses berpikir yang paling jujur menggambarkan narasi dan sistematika otak kita.

dan tulisan saya yang ini lagi ga sistematis. hoho.

menangis

saya selalu menangis teriris setiap kali mengingat dua kejadian yang sulit saya lupakan. poin utama yang membuat saya menangis adalah, harga diri saya terinjak-injak dan rasa unacceptable. setiap kali saya menangis, saya ingat pembina asrama saya di IC dulu, yang berkata :

"seorang muslim itu tidak pelit, tidak marah, dan tidak membahayakan saudaranya dari dirinya (lisan, tangan, mata, perbuatan apapun)"

maka setiap kali saya mengingat itu,
1. saya yakin bahwa saya tidak boleh marah kepada pihak yang bersangkutan; tidak boleh menyimpan dendam, dan tidak boleh membuat mereka bahaya (terluka) seperti yang saya alami.

2. saya berusaha untuk tidak akan melukai hati muslim manapun

3. saya mengingat-ingat, adakah saudara saya yang pernah (dengan sengaja atau tidak) saya perlakukan dengan zhalim, sehingga mereka menangis dalam diam ? kalau ada, saya mohon maaf..

yang pasti, kejadian ini akan saya jadikan pelajaran bahwa perbuatan tersebut sangat menyakitkan, setidaknya saya jadi belajar menghindari perbuatan tersebut. satu lagi, saya juga belajar untuk memanajemen diri sendiri : mengendalikan diri agar tetap berdiri tegak meski hati terluka (beuh, lirik lagu banget).

oke.

let the sunshine in, say !