Saturday, 29 September 2012

Gent : First week of school

Assalamualaikum !

Walaupun saya berkuliah magister, saya tetap lebih senang bilang sekolah. Hiiihii..
Well, saat ini saya sedang menikmati weekend setelah seminggu (pertama) kuliah. Daan..weekend emang selalu indah.. bahagia bebas dan seger gimanaa gitu.. Btw, orang sini (seperti kebanyakan orang barat pada umumnya) juga sangat "mensakrakalkan" weekend. Mereka tidak ingin banyak kegiatan "serius" seperti perdagangan, sekolah, dan lainnya di akhir pekan. Makanya banyak toko yang tutup di hari Minggu, banyak jadwal kuliah yang dipotong di Jumat sore, dan lebih sedikit tram, kereta, atau bus yang beroperasi di akhir pekan. Sepi deh. Mungkin juga karena semalam sebelumnya mereka pada teler karena beer party. huohoho.

Cerita tentang sekolah.. Sekolah saya ini menyenangkan sih.. Alhamdulilah.. Sekolah saya bernama Faculty of Bioscience Engineering. Terletak di Coupure Link Gent. Coupure Link artinya sebelah kiri (Sungai) Coupure. Jadii,,,saya sekolah di pinggir sungai. Bagus lhoh! Andaikan Ciliwung atau Citarum bisa begini.. wow.. keren deh.. Bagi saya, sungai ini punya peran refrshing tersendiri, terutama bagi saya yang pulang pergi naik speeda. Jadi setiap pulang kuliah dan merasa jenuh, saya bisa bahagia melihat sungai yang mengalir lancar ditambah beberapa boat yang "parkir" di pinggir sungai, sambil merasakan hembusan angin (yang luar biasa dan sering bikin masuk angin).


Mengenai sistem pendidikan, saya merasa sama aja sih. hahhaa.. sama aja kayak di ITB. Perbedaan paling terasa adalah bahasa pengantar, yang pasti di sini menggunakan Bahasa Inggris. Mahasiswa juga dituntut lebih mandiri sih karena segala sistem dan materi disediakan secara online Oh, perbedaan mencoloknya adalah 1 jam pelajaran = 90 menit. dor! perjalanan hidup yang panjang, kawan..Tapi kan saya baru seminggu di sini, jadi belum bisa memberi penilaian yang komprehensif juga. Mengenai pertemanan, alhamdulillah teman-teman saya baik-baik.. Ada Marylis, gadis Perancis yang well organized. Zahra, orang Iran yang manis. Jo dan Dulce, orang Filipina yang suka ngantuk di kelas. Jude, orang Ghana yang pinter kimia. dsb.. Yang paling saya suka dengan kuliah di sini adalah sistem egaliter dan quote-quote dari dosennya. Meskipun dosen yang mengajar bergelar profesor, tapi kami (mahasiswa dari bangsa dan ras manapun) bisa sangat akrab dan terbuka menanyakan apapun. Ada beberapa quote yang sangat saya suka

"First, you must prepare your self" - Katleen (koordinator food tech)
"You must do it now, otherwise you will have a problem" - (Prof. Bruno, dosen Food Chem)
"There is no bad food, but bad diet" - (Prof. Koen, dosen Food Processing)


Sejujurnya,, saya di sini lebih banyak belajar tentang kehidupan. wahahaha... Saya belajar untuk bahagia dan ikhlas menjalani apa yang saya hadapi dengan penuh cinta..
Misalnya. Beberapa hari terakhir saya sakit flu. Cukup parah, tapi gabisa ke dokter karena ga sempat. Saya kuliah dari pagi sampe sore. Sepulang kuliah harus segera beres-beres, masak, mencuci, dan mengobati diri sendiri. Kalau saya males masak , atau mencuci dengan omelan , atau menyiapkan hari dengan keluhan.. hasilnya nanti akan lebih buruk lagi. Terrible. Jadi, saya harus tetap menjaga mood, tetap optimis, beriman kepada Kebaikan Allah, dan memutuskan untuk tetap bahagia menjalani hari-hari ini. Semoga saya tetap seperti itu, meskipun nanti tugas kuliah mulai meningkat drastis, mulai banyak kegiatan, dan lainnya..

Hmm.. apalagi yaa..
Mau cerita ah. Meskipun saya jarang masak di rumah, tapi masakan saya di sini dipuji enak sama teman-teman Indonesia maupun negara lain. hihii... seneng deh..

Udah dulu cerita dari Gent.. semoga bisa memberi inspirasi..

Have a nice weekend..

Regards,

@yosay_aulia



Sunday, 23 September 2012

Gent : New Life

new life, new experience, new responsibility, new heart.
Ya, hati yang baru. Saya merasa perlu membuka hati yang baru untuk kehidupan yang pasti akan memberi banyak perubahan positif pada diri saya.

Hari ini tepat seminggu saya berada di Belgia. Bahagia dan excited sekaligus masih homesick, masih suka kangen rumah, kangen bandung, kangen adikku, dan kangen teman-teman. Tidak terasa ya, seminggu yg lalu saya berangkat dari Bandara Husein Bandung, diantar keluarga dan sahabat-sahabat. Ucapan selamat jalan, doa, souvenir, uang saku, dan berbagai bentuk simpati dan kasih sayang yang disampaikan secraa langsung maupun via media sangat sangat sangat berarti bagi saya. Saya merasa tidak sendiri.

Hari ini temperatur di luar ruangan mencapai 9 derajat Celcius. Frozen bite di kaki dan semilir angin cukup bikin semriwing sih. Butuh effort untuk bisa mencuci pakaian di laundry, belanja kebutuhan makanan, dan segala aktivitas di luar ruangan. Tapi menyenangkan kok. Alhamdulillah semua bisa diatasi dengan baik.

Jadi inget deh, seminggu yang lalu saya tiba di Brussel dengan sebuah koper super besar 30kg, tas 5 kg, ransel, dan koper kecil 8 kg. Heboh. Sempat riweuh pas mau check in di Husein krn bagasinya over load. hahhaa..untung ada teman yg bobot bagasinya kurang dr kuota, jadi saya bisa pakai jatah dia tanpa bayar denda. Perjalanan Bandung-Singapura-Doha-Brussel membutuhkan waktu 28 jam termasuk transit. Tepar!

16:40. Bandung-Singapura : 2 jam dg Silkair. Pesawatnya bagus (lebih bagus dr pesawat murah di Indonesia), makanannya enak. Transit di Changi 1:50 (waktu hanya cukup untuk segera check in dan ke toilet).

21:20. Singapura - Doha : 7 jam dengan Qatar Airways. Pesawatnya lebih bagus dan lebih besar. Fasilitas lengkap, tayangan TV nya bagus, makanan lumayan, pramugarinya cukup ramah. Transit di Doha international airport, tiba pas tengah malam. Untung di airportnya bagus dan ada silent room (ruang khusus tidur bagi penumpang yg transit lama). Cukup membantu memulihkan tenaga. Oh, ada masjidnya juga lho. Masjidnya bagus dan bersih, serta mengumandangkan adzan subuh.

8:30 pagi. Doha-Brussel : 8 jam dengan Qatar Airways. Sampe Brussel jam 3 sore.

Dari Brussel international airport, dijemput oleh Kak Ulfah dan Kak Uti (yang ternyata anak IC !! Jadilah kami bertiga anak IC disana) dan langsung ke Stasiun Gent St.Pieters naik kereta. Hmm... infrastruktur stasiun dan rel keretanya mirip infrastruktur di Indonesia. Tapi fasilitas, kenyamanan, dan kebersihan keretanya jauhh lebih bagus daripada Indonesia. Tiket kereta bisa langsung dibeli di loket di bandara. Harganya 14 Euro.

Sampe Gent St.Pieters, dijemput oleh kak Tazy dan Syifa (magister akuakultur di UGent). Dari stasiun, ke housing naik bus dengan bersusah payah karena harus membawa koper luar biasa akbar.

Sisa hari itu, saya habiskan untuk mandi, makan, dan istirahat. Penyakit jetlagnya masih ada sampai 3 hari kemudian. Fuuuhh...

Senin-Jumat, saya gunakan untuk menata diri dan kehidupan... Mengurus housing, tanda tangan kontrak beasiswa, ke Leuven untuk mnegurus administrasi di KUL, sewa sepeda untuk 3 bulan, survey lokasi, ke fakultas, welcoming days, orientasi, dan berkenalan dengan teman-teman baru..


Hmmm..
Saya senang dengan pergaulan di sini karena (alhamdulillah) ternyata sangat toleran dan menghargai perbedaan. Kami dapat hidup berdampingan, saling menyapa, bertoleransi, ngobrol, dan saling membantu meskipun kami sangat berbeda. Pelajaran penting bagi saya adalah : Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Kalau kamu menolong, kamu pasti ditolong. Kalau kamu menyapa, kamu pasti disapa balik. Kalau kamu senyum, pasti mereka senyum juga. Sebenernya mereka senang sekali lho punya teman yang berbeda, mereka sangat open minded. Tips ngobrol sama orang asing : tanyakan "apa yang menarik dari negara kamu?" pasti mereka akan cerita dengan senang hati.. Trus, bahas terus tentang negara mereka, ucapkan sedikit2 bahasa mereka, mereka pasti senang bahkan mengundang kalian ke rumahnya.. asik kann

Tentang kesehatan, makanan, dan lingkungan.
Menyenangkan ! Semua menyenangkan. Alhamdulillah penyakit masuk angin saya bisa teratasi, alergi detergen jarang kambuh, migren juga hilang (wow alhamdulillah), dan yang penting saya senang dengan kehidupan ini. Makanan,, saya sering masak dan makan bekal dari Indonesia. Sejauh ini semua baik-baik saja. Saya selalu memilih produk ikan, beli makanan berbahan tumbuhan, dan menghindari junkfood. Oh, di sini air keran nya potable, jadi saya hanya perlu beli teko penyaring bisa minum. Sekarang Belgia udah masuk musim gugur. Temperatur mulai rendah dengan sedikit gerimis. Kangen Indonesia, pasti. Tapi di sini juga menyenangkan. Tranposrtasi utama adalah kereta dan tram, tapi saya naik sepeda (lumayan mengahangatkan dan menyehatkan badan saya yg semakin doyan makan karena dingin). Oh, disini sangat peduli lingkungan, contohnya adalag budaya memilah sampah. Tapiii.... kalo mereka habis partyy..duh kaleng dan botol beer (belgia sangat terkenal dengan beer nya juga, selain coklat) berserakan bercampur bau pesing di pinggir jalan. yaks!

Hmmm apa lagi yaa yang bisa diceritakan ,,, segitu dulu deh..

Besok saya mulai kuliah, sistemnya mirip kuliah di ITB... mohon doanya yaa.. smeoga semua lancar dan sukses.. amiin

Regards,

@yosay_aulia

Monday, 27 August 2012

perahu kertas

Saya baru saja nonton film ini bersama adik saya siang tadi.. Well, not bad .. Tapi menurut saya, film yang diadopsi dari novel emang belum pernah sebagus novel aslinya..

Seperti film karya Hanung Bramantyo pada umumnya, selalu bisa mengemas plot dengan menarik tanpa mengurangi makna.. Tapi saya agak menyayangkan pemerannya. Jujur, berasa nontin film beneran baru pas melihat Reza Rahadian main. Mungkin, karena pemeran lainnya belum matang kali yaa.. jadi karakter nya belum terlalu terbentuk..

Buat saya, ada dua hal yang menarik dari film ini.

Pertama, karakter Kugy mengingatkan saya dengan seorang teman baik saya yang telah berpulang akibat kecelakaan. Karakter itu mengajarkan saya untuk berani, PD, dan bersyukur menjadi diri sendiri. Gak perlu jaim untuk bisa dapet temen baik, dan (dalam film itu) menarik perhatian lawan jenis dari berbagai latar belakang.

Kedua, latar Bali dan Bandung yang bikin saya bernostalgia.. Buat saya; Bali, Bandung, dan Jogja adalah surga yang ditiupkan Tuhan di kehidupan saya..  I am sure I will miss those cities a lot..

cover novel perahu kertas

Over all,, nilai film ini di mata saya.. ehmm.. 3 dari 5 deh.. Tetep bagusan novelnya. hehehe.. Maaf ya Mas Hanung.. Tapi tetep bagus lhoo.. xiixixi,,

Saran saya, baca novelnya deh. Terasa banget Dewi Lestari bisa meracik cerita dengan unik dan menarik.. :)

Regards,
@yosay_aulia



H-19

Bukannya siap2 buat keberangkatan yang tinggal 19 hari lagi, malah blogging. Fuuhh... asli belum mood ! Jadi, sebagai perempuan visual verbal otak kanan, yang punya pikiran random dan sering mengalami rush verbal di kepala, saya mau blogging aja. Sayang ih kalo udh dapet ide ga segera tersalurkan. Maka di sinilah saya. Balkon rumah yang menghadap ke utara dengan pemandangan langit mendung tanpa bintang dan pucuk-pucuk gedung pencakar langit di Kota Tangerang. By the way meskipun banyak nyamuk, balkon rumah adalah salah satu spot pewe di rumah. Adem, sunyi, deket tivi, dan cukup nostalgic buat saya. hahahah... 

Cerita tentang H-19 berarti saya bisa cerita tentang banyak hal. Tentang persiapan, tentang pamit-pamitan sama orang-orang dan keluarga, dan tentang detik-detik terakhir bersama orang-orang tersayang. Atau, bisa lebih jauh lagi, tentang proses saya jauuhh sebelum ini terjadi, tentang keputusan saya, tentang cerita jatuh bangun, dan warna-warni setelah kelulusan sarjana..

Heuumm saya mau cerita tentang quality time aja.. Quality time dengan keluarga, sahabat, teman-teman..

Dimulai dari yang paling baru..
Quality time dengan keluarga bagi saya adalah saat lebaran.. semua keluarga ngumpul tumplek blek di jogja.. Kampung halaman saya, kedua orangtua, dan tanah kelahiran.. Selalu ada cerita yang dibagi, cerita baru, cerita bahagia, sedih, tawa, tangis, cerita apapun.. Selalu ada momen untuk dinikmati bersama.. Dan bagi saya, yang kemungkinan besar akan tidak bertemu dengan mereka selama 22 bulan, momen lebaran taun ini merupakan sesuatu banget. hahah.. Saya memutuskan untuk bahagia dengan mereka, menikmati apa yang harus dijalani tanpa keluhan berarti. Sayang aja sih, saat-saat terakhir kalo dihabiskan dengan kesedihan dan emosi negatif.. Saya jadi mikir, emang begitu kali ya manusia,, baru berasa bersyukur dan memiliki kalo (udah mau) berpisah.. Heumm pokoknya, bagi saya, keluarga adalah harta yang paling berharga.. dukungan dan doa mereka adalah senjata saya..

Well, jadi libur lebaran 10 hari ini agak kacau sih menurut saya. Soalnya agenda jalan-jalan liburannya gagal semuaaaa !! graaooo.. Tapiii yaa tetap bersyukur soalnya bisa bertemu dengan sanak saudara, handai taulan di jogja..berikut ini foto2 nya.. semoga cukup bercerita.. heheh

syukuran ultah papa

numpang narsis dan alay di malam terakhir


keluarga besar Wiryadi di syawalan bani mawardi

icha dan saya, mengapit sepupu paling senior

foto dulu sebelum shalat ied :)

Buka bersama sekeluarga papa :)

Another quality time : with morganaxis..
Morganaxis adalah nama angkatan SMA saya di IC dulu.. heum, acaranya waktu itu buka bersama di rumah saya, sambil reuni kecil-kecilan, sekalian syukuran sih.. bahagia banget rasanya.. karena banyak yang dateng. Bahkan kami bisa kumpul dan update kabar sama temen-temen yang jarang keliatan.. ahahaha.. so nostalgic.. masa SMA emang banyak cerita yaaa... Morganaxis adalah salah satu cerita dalam hidup saya yang sangat berkesan dan memberi pendewasaan tersendiri..
Terima kasih untuk Risty, Yasir, dan Handra yang udah banyak membantu.. Thanks to my sister yang udh jadi asisten,, dan pastinya untuk mama papa yang selalu mendukung (materi dan non materi) hhehhee... Maaaff bangett karena kesalahan memberi petunjuk jalan, jadi banyak yang nyasaarr.. dududuhh...
Oh, kebetulan acara ini diadakan sehari setelah ulangtahun saya, 11 Agustus 2012.. Jadi, terima kasih juga untuk teman-teman yang memberikan kado ulang tahun dan kado berharga untuk bekal S-2 nanti.. Terharu :")

Morganbabes :)

Buka Puasa Morganaxis. 11 Aug 2012


Another microbabes story
Ini adalah acara quality time mikrobiologi 2007 yang kesekian kalinyaa.. Kalo ga salah itung yaa.. ada kulker, dranch, pulau tidung, bukpus di hawa, bukpus mikro farewell, dan sejuta agenda praktikum. Cukup berkualitas kan ? hahaha..
Acaranya diadakan di rumah tantenya Nana, di Bandung.. Selain buka bareng, kami juga update kabar terbaru setelah lulus.. ada yang kerja, ada yang mau s2, ada yg mulai merintis usaha, ada yang udah hamil..hmm,, time flies yaa.. kami, 39 orang microbabes yang kuliah dan praktikum bareng, bisa punya jalan hidup masing-masing... Setelah ini,, kami ga tau lagi kapan bisa kumpul full team.. mungkinn 10 tahun lagi... setelah masing-masing dari kami telah memberi kontribusi nyata untuk bangsa dengan peran yang berbeda-beda..

Buka puasa Microbabes , Ramadhan 1433 H:)



Protokol ITB and the MC gang !
Acara buka bersama di ITB Lounge 1984 Gedung Rektorat ITB, ketemu sama semua anak2 protokoler ITB.. dan saya berasa veteran banget.. anggota nya udah sampai angkatan 2010.. wew! Tapi tampaknya sekarang anak2 protokoler lebih sigap dan bisa diandalkan yaa.. heheh.. alhamdulillah..

By the way, Inilah salah satu kawah candradimuka buat saya... Tim Protokol ITB.. terutama job MC.. bersama Bu Anies yang manis dan unyu keibuan dan Bu Marlia yang tegas, saya belajar profesional dan memiliki kredibilitas.. Mereka medidik saya dengan penuh keteladanan.. Dan yang paling penting, mereka seperti keluarga saya di ITB... seperti mama yang selalu mendoakan dan mendukung, marahin kadang-kadang, ikut bahagia dengan kesuksesan anak-anaknya, dan mendampingi di kala susah.. duhh jadi melow gini.. 


Protokoler angkatan veteran (2008,2007,2006) plus Bu Anies dan Bu Marlia

Geng MC : Raham, Yosay, Andra, Yostal :)

Another Laboratory meeting
Kalo biasanya kami ketemu ngomongin TA , TA, dan TA... saat itu kami makan eskrim green tea dan cheesecake super enak.. nyaamm nyaamm.. Di suatu magrib di Lab Mikro, kami adakan syukuran dan pesta kecil. Bagi saya, mereka adalah teman-teman yang baik, supportive, dan menyenangkan.. Selama saya bekerja sebagai asisten riset di SITH, dengan tekanan batin luar biasa, mereka selalu menghibur dan mendukung saya... huhu... Terima kasih yaa anak2 mirkobiologi 2008..

fotonya belum ada hihihii

Siaware Time
Kalo ga salah, ini acaranya tgl 19 Juni 2012 di Punclut. Sekalian makan malem bareng gitu.. Kebetulan ada 3 orang yang mau melanjutkan s2 di luar negeri. Laras, saya, dan Dea.. Jadi acaranya ditanggung kami bertiga.. hehehe.. Seru , kocak, dan menyenangkan. khas siaware yang penuh energi positif... Terima kasih untuk Areji yang mengajak alumni-alumni lain.Terima kasih untuk Reni yang mempersiapkan acara ini dengan seksama.. hahah.. Saya ga nyangka ini adalah pertemuan terakhir sebelum dia ke Lampung untuk kerja, dan saya berangkat ke Belgia. Terima kasih untuk Yogas dan Mirna yang menyempatkan diri dateng malem-malem dan memebrikan saya kartu ucapan yang lucu.. xixixi..
Terima kasih untuk semua alumni siaware :) yang udah ngerjain saya habis-habisan. By the way, itu pertama kalinya saya makan pete dan jengkol. iyaks !! Tapi, Saya dapet kenang-kenangan manis dari mereka.. xxiixixi...

Kenang-kenangan yang manis :)

Siaware berbagai angkatan di Punclut, 19 Juni 2012

Quality time yang lain adalah dengan adik saya yang mendadak menjadi manis karena tahu akan ditinggal oleh kakak satu-satunya dalam waktu yg cukup lama..hahhaha.. 

Ada lagi, dengan geng KMPA ladies GM XVII, yangs ering disebut Teletubbies, karena kami cewe berempat..fiuuh..

Jarum Jam : Yosay, Yostal, Maul, Dina. Makan malam di Harvest :")

Sweet Escape to East Java and Bali
Ada yang terlupa ditulis.. Saya menyempatkan diri travelling ke Surabaya, Malang, dan Bali selama 10 hari. Meskipun agak menguras kantong, tapi HAPPY !! Bertemu dengan teman-teman SMA yang tinggal di Surabaya, nekat main ke Gunung Bromo dan menginap di angkot, berkenalan dengan teman-teman baru, dan had a very quality time with Teh Rini. By the way, teteh satu ini mau melanjutkan pendidikan doktor ke US sebagai Fulbright scholar selama 5 tahun.. Karena lamanya waktu studi dan sama-sama jenuh dengan pekerjaan di kampus,, maka kami kabur berlibur bersama.. hohoo.. Ini foto-fotonyaa..

Edel. nimas, saya, danti

saya dan danti sang tuan rumah selama saya di surabaya

Pantai Kendang Merak, Malang


Full main course Indoensian seafood.. Bali Vista Restaurant. SUPER ENAK !!


 Tari Kecak


Saya dan Teh Rini di Bali Bird Park

Masih ada banyak cerita dan pengalaman yang ingin dibagi... tapi udah malem.. Diteruskan besok saja yaa.. heheh..

Heumm,, terima kasih sudah mau membaca :)

Regards,
@yosay_aulia



Friday, 10 August 2012

catatan 22 tahun


Saya selalu tersenyum penuh syukur bila mengingat bilangan usia kehidupan saya. Betapa Tuhan memang ingin saya hidup di dunia..


Harapan itu Bernama Keluarga


22 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi harapan yang hampir musnah bagi seorang ibu muda yang melahirkan bayi mungil prematur. Bayi yang lahir tanpa tangis dan kondisi tubuh yang masih belum layak lahir. Bayi yang tidak dapat menikmati kolostrum ASI ibunya di masa awal menyusui, akibat saluran cerna nya yang belum siap. Bayi yang baru siap menyusu ketika berusia hampir sebulan. Bayi yang divonis idiot oleh seorang dokter anak. Tuhan ingin bayi itu hidup. Ibunya punya cinta luar biasa untuk bayi mungil itu.

22 tahun juga bukanlah usia yang singkat bagi seorang ayah yang bekerja membanting tulang demi terpenuhinya kebutuhan gizi si anak yang tumbuh tidak normal. Pertumbuhan rambut lambat, sakit-sakitan, nafsu makan rendah, dan luar biasa nakal. Bocah kecil yang berhasil melewati masa kritisnya itu ternyata harus melewati masa kritis berikutnya : pembentukan karakter. Keterbatasan fisiknya membuat ia sangat dimanja di awal pertumbuhannya, sehingga ia tumbuh menjadi bocah yang nakal. Meskipun ternyata, alhamdulillah, ternyata tidak idiot. Orang tua nya sangat senang melihat kegagalan vonis sang dokter, mereka menikmati kenakalan bocah kecilnya, membiarkannya berekspresi dan berkreasi, memakan banyak korban kenakalan. Di saat kritis itulah, sang ayah mengajarkan anaknya : membaca alquran. Dan sang ibu mengajarkannya : membaca.

Beruntungnya anak itu, mendapatkan contoh nyata tentang sekolah pertama baginya : orang tua. Ia mahir membaca sebelum TK, menghapal surat pendek dan ayat kursi sejak kanak-kanak, dan bertanya tentang kemajuan suatu bangsa sejak duduk di bangku TK. Pendidikan agama pertamanya dimulai sejak sebelum TK. Belajar gerakan shalat, bertanya arti Tuhan, bertanya siapa itu Muhammad. Pertanyaan dijawab dengan keteladanan : mengaji setiap hari, doa sehari-hari,  dan shalat berjamaah.

Sang ibu memunculkan idola Pak Habibie di benak anaknya : "Beliau orang pintar, nak. Makanya ia bisa berguna dimana-mana". Mata kecil anak itu hanya mengerjap kagum tanpa paham sepenuhnya, mengangguk. Sang ayah memberikan arti keteladanan : mengaji setiap hari, shalat berjamaah, figur-figur inspiratif, bendera setiap negara, peta Indonesia, dan sejarah dunia. Maka tak heran, sejak TK, ia selalu pintar bercerita dan bertanya tentang apa saja. Tentang makanan halal dan haram, tujuh keajaiban dunia, kemajuan negara Jerman Jepang dan AS, presiden dunia, wilayah Indonesia, hingga arti kerja keras.

"Karena mereka bekerja keras dan tekun belajar.."

Begitulah jawaban sang ayah ketika si anak kebingungan kenapa ada negara yang maju dan ada yang tidak.


Belajar Hidup

Tidak banyak yang tahu bahwa semua itu terjadi dalam kondisi serba kekurangan. Bahkan saat itu, si anak tidak sadar bahwa kosakata "miskin" yang ia pahami dari dirinya sendiri akan membekas seumur hidupnya. Tapi beruntungnya, bocah kecil polos yang nakal dan suka bersepeda itu bisa tetap tertawa dan berkejaran bersama sebayanya. Menikmati hidup. Ia tahu ia senang bermain, memanjat pohon, melempar batu, menggigit, bersepeda, melihat kerbau berkubang, menangkap kepik, dan berjalan di antara semak-semak. Hanya itu yang ia pahami dan ia lakukan tentang hidupnya : bermain bersama teman-teman.

Selain orangtua yang memelihara dengan penuh cinta, anak itu juga belajar memiliki adik yang lahir 6 tahun setelahnya.

Cinta. Ia mulai bisa mendefinisikannya melalui sebuah nama yang ia persembahkan untuk adiknya. Alishia. Nama yang indah, yang ia sendiri iri kenapa namanya seindah itu.

Cemburu. Ia belajar tentang kosakata lain lagi. Ngambek, merajuk, dan aksi protes lain ia lancarkan agar tetap diperhatikan oleh orang tuanya.

Beruntung orangtuanya luar biasa pengertian. Meskipun butuh waktu 2 tahun untuk bisa berdamai tentang perasaan itu. Usia 6-8 tahun, anak itu sudah belajar memanajemen perasaan dan menjaga perasaan (berempati) terhadap orang lain.

Adiknya adalah media pembelajaran tersendiri bagi sang anak, sekaligus teman bermain dan bertengkar yang selalu dirindu.

"Tadi pas kamu ngaji, adiknya ikutan ngaji. Artinya, kamu adalah contoh buat adikmu. Jadi anak baik yaa.. supaya adikmu juga baik" Nasehat sang ayah..

Usia 7 tahun, ia belajar tentang arti keteladanan.


Persahabatan

Memasuki pergaulan SD, ia berkenalan dengan seorang bocah bernama Nafilia, yang ketika itu tak disadarinya akan menjadi sahabatnya seumur hidupnya. Pertengkaran, konflik, keegoisan, pride kanak-kanak, berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, kesetia kawanan, sikap lapang dada, dan keindahan persahabatan semua bercampur indah dalam satu kata : sahabat.

Sejak usia 6 tahun, ia belajar kesetiaan dari persahabatannya. Setidaknya hingga 16 tahun berlalu.

Teman TK nya iri melihat perkembangan anak itu, ia sering difitnah dan dimusuhi. Tapi anak itu tidak pernah membalas. Sampai saat ini, anak itu tidak pernah bisa membalas atas keburukan yang menimpanya. Termasuk apa yang terjadi bertahun kemudian.

Suatu kali, ada pesta ulangtahun di antara pertemanan mereka. Maka dibagikan bingkisan snack kepada setiap tamu. Salah seorang temannya iri, dan berbisik kepada si empunya hajat "Harusnya, kamu ga usah kasih yosi". Ah, ternyata anak itu cukup mendengar dengan jelas. Sehingga..

"Ini, aku ga usah dikasih ini juga gapapa. Buat kamu aja. Terima kasih," Ucap anak itu kepada si empunya hajat seraya mengembalikan bingkisan.

Terdiam.

Tidak perlu banyak kata, bocah 9 tahun itu belajar tentang harga diri.

Konflik lainnya tentang sahabat yang berkhianat. Remaja kecil 12 tahun itu tahu apa yang terjadi di belakangnya. Namun ia tidak bereaksi negatif. Ia hanya diam, dan menangis. Setahun berlalu, si sahabat tersebut mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

"Aku tahu apa yang terjadi, ya udahlah.. maaf juga yaa.." mereka berdamai.

Tak perlu memperparah konflik. Di usia 12 tahun, remaja kecil belajar tentang kemenangan dalam menahan amarah.


Kawah candradimuka

Kegiatan akademis adalah tantangan terasik sekaligus kawah candradimuka bagi dirinya. Ia belajar tentang prestasi sejak TK, menjadi juara kelas sejak SD-SMP, dan.... belajar untuk menerima kekalahan dan mendukung kelebihan orang lain di SMA.

Kuliah. Ia belajar tentang cakrawala dan khasanah kebangsaan lebih mendalam. Ia mulai mengeri tentang nilai-nilai yang ditanamkan sejak dulu. Dan ia mulai sadar, bahwa butuh 10 tahun bagi dirinya untuk bisa memahami dan mengamalkan nilai yang ditanamkan dahulu. Maka ia bertekad bahwa ia akan menanamkan nilai kebaikan sebanyak-banyaknya kepada anak-anaknya kelak, sedini mungkin.


Pilihan dalam Hidup

To the point saja. Ia belajar bahwa keputusan / pilihan apapun yang diambil berdasrkan pertimbangan dengan Tuhan dan atas restu orangtua akan selalu menguntungkan dan disyukuri.


22 tahun kemudian

Saya, melihat saya saat ini dan merefleksikan diri kepada cerita orang tua saya, tidak punya alasan untuk tidak bersyukur terhadap apa yang telah saya lalui. Terima kasih, Tuhan. Untuk selalu mendampingi, untuk selalu mengampuni, untuk selalu menyayangi, untuk selalu menarik diriku kembali, untuk selalu meyakinkan kebenaran janji-Mu, untuk selalu menunjukkan cinta dengan penuh kejutan, untuk dahulu saat ini dan esok.

Aku tahu, ini semua akan terlalui. Maka izinkan aku untuk selalu melaluinya dalam lindungan dan cinta-Mu. Aku ingin menikmati semuanya dengan penuh syukur. Semoga persembahan Ar-Rahman ku mampu kuamalkan pula..

Tahun ini aku memohon cinta, keyakinan, dan kesungguhan hati dalam melangkah dan melayani. Aku memohon kesempurnaan bagi pasangan sayapku yang tengah mencariku, tolong tunjukkan ia jalan yang lurus ya :)


Cherish every moment, gratitude every single thing, and appreciate everyone

Regards,
@yosay_aulia